Pada perdagangan Jumat (12/5), indeks bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, berakhir lebih rendah, didorong oleh penurunan saham mega-cap usai reli baru-baru ini. Penurunan ini dipengaruhi oleh data sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam enam bulan.
Mengutip Reuters, Senin (15/5), Dow Jones Industrial Average turun 8,89 poin atau 0,03 persen menjadi 33.300,62. S&P 500 kehilangan 6,54 poin atau 0,16 persen menjadi 4.124,08 dan Nasdaq turun 43,76 poin atau 0,35 persen menjadi 12.284,74.
Selama sepekan, Dow turun 1,1 persen, S&P 500 turun 0,3 persen dan Nasdaq naik 0,4 persen. Dow sedikit turun dalam lima hari berturut-turut, penurunan indeks blue-chip terpanjang selama dua bulan.
Wall Street pada akhir pekan lalu, mencermati pembacaan awal dari University of Michigan yang menunjukkan sentimen konsumen AS di Mei 2023 jatuh ke level terendah enam bulan, sejak November 2022.
Tak hanya itu, investor juga masih menunggu pertemuan Presiden Joe Biden dengan pemimpin kongres untuk membahas kenaikan plafon utang pemerintah AS, agar tidak mengalami default (gagal bayar) di Juni 2023 mendatang. Reuters melaporkan pertemuan keduanya tentang topik tersebut dijadwalkan ulang minggu ini.
Di awal pekan, investor menunggu data Mei untuk Empire State Index, yang akan menunjukkan bagaimana perasaan produsen New York State tentang ekonomi. Survei ekonom oleh Dow Jones mengharapkan pembacaan 1,0, yang akan lebih rendah dari level 10,8 pada data sebelumnya.
Investor juga mengantisipasi output industri China dan data penjualan ritel. Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga Fed yang agresif dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi. Gubernur Fed, Michelle Bowman, mengatakan Fed mungkin perlu menaikkan suku lebih lanjut apabila inflasi tetap tinggi.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari Senin (15/5). Selama sepekan lalu, IHSG melemah 1,18 persen pada level 6.707,763 dari posisi 6.787,631 pada pekan sebelumnya.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas pada rentang 6.610 –6.853 dengan menguji support di 1.930 dan resistance di 2.020.
“Pekan ini mungkin akan menjadi pekan yang penuh dengan penantian. Pelaku pasar saat ini tengah menantikan pertemuan Bank Sentral China yang diharapkan akan menurunkan tingkat suku bunga mereka untuk memberikan stimulus terhadap perekonomian yang tengah melambat di China,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (15/5).
Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Jepang dan Eropa yang diharapkan memberikan hasil yang positif untuk menjaga ekspektasi pelaku pasar dan investor di tengah potensi perlambatan ekonomi global. Inflasi juga akan keluar di Jepang dan di Eropa, yang di mana ini menjadi kunci bagi pergerakan Bank Sentral selanjutnya.
“Tentu saja, inflasi diharapkan akan mampu bergerak stabil agar pasar juga dapat merespons Inflasi secara positif,” katanya.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas menjelaskan IHSG masih rawan terkoreksi untuk menutup gap yang berada pada rentang 6.691-6.696 sebagai area koreksi terdekatnya. Skenario buruknya, koreksi IHSG akan menuju ke rentang 6.622-6.673.
Tim analis MNC Sekuritas merekomendasikan ANTM, ASII, PGAS dan PTBA. Berikut rekomendasinya:
- ANTM – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.915-1.965
Target Price: 2.060, 2.220
Stop loss: below 1.885
- ASII – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 6.125-6.200
Target Price: 6.400, 6.500
Stop loss: below 6.050
- PGAS – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.385-1.410
Target Price: 1.460, 1.480
Stop loss: below 1.355
- PTBA – Spec Buy
Spec Buy: 3.360-3.400
Target Price: 3.520, 3.770
Stop loss: below 3.310