Data Inflasi AS Melambat di April 2023, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada perdagangan Rabu (10/5/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS), wall street, ditutup bervariasi. Hal ini dipengaruhi data inflasi yang naik menjadi 4,9 persen secara tahunan di April 2023.

Mengutip reuters, Kamis (11/5), kenaikan wall street paling tinggi terjadi di indeks Nasdaq yang meningkat 126,89 poin (1,04 persen) ke 12.306,44. Sementara indeks S&P 500 naik 18,47 poin (0,45 persen) ke 4.137,64 dan Down Jones yang melemah 30,48 poin (0,09 persen) ke 33.531.

Berdasarkan hasil rilis harga konsumen AS menunjukkan peningkatan 0,4 persen secara bulanan (mtm) di April 2023. Sementara secara tahunan inflasi AS April 2023 naik menjadi 4,9 persen , atau kurang dari 5 persen.

“Optimisme untuk proses dis-inflasi tetap tinggi karena laporan ini menunjukkan harga tempat tinggal tetap tinggi, yang berarti kelambatan yang kita lihat dengan harga sewa harus mulai terlihat secara berarti selama beberapa bulan,” ungkap Senior Analis Pasar, Ed Moya.

“Inflasi akan terus menurun selama beberapa bulan ke depan, tetapi turun kembali ke 2 persen akan jauh lebih sulit mengingat kekuatan di pasar tenaga kerja,” lanjutnya.

Terlepas dari rilis angka inflasi yang lebih rendah di bulan lalu, banyak analis melihat, wall street tampaknya berhati-hati dalam memicu reli besar-besaran.

Para investor juga memantau info terbaru terkait plafon utang AS karena kekhawatiran meningkat bahwa kesepakatan mungkin tidak tercapai sebelum 1 Juni, yang merupakan tanggal paling awal yang menurut Departemen Keuangan AS bisa gagal bayar.

Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan penting dengan para pemimpin kongres setelah bel Selasa Kemarin, tetapi komentar dari kepemimpinan di kedua sisi menunjukkan adanya sedikit kemajuan yang dicapai. Biden dan para pemimpin Kongres akan bertemu lagi pada Jumat (12/5) waktu setempat.

IHSG MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Kamis (11/5). Pada perdagangan hari Rabu (10/5), IHSG menguat 31,925 poin (0,47 persen) ke level 6.811,905.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang meperkirakan IHSG berpeluang lanjutkan rebound ke range 6.820-6.840, jika menjaga posisinya di atas level psikologis 6800 di Kamis. Rebound Rabu memperkuat sinyal golden cross dari Stochastic RSI. MACD berpotensi membentuk golden cross, jika mengkonfirmasi rebound ke 6.840.

“Data ekonomi domestik kembali menjadi katalis positif utama bagi IHSG. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 4,9 persen yoy di Maret 2023 dari 0,6 persen yoy di Februari 2023,” kata Alrich, Kamis (11/5).

Tren pertumbuhan penjualan ritel diperkirakan terus berlanjut di April-Mei 2023. Data ini juga memperkuat dorongan rotasi ke saham-saham terkait konsumer.

Dari eksternal, pasar masih terus mencermati perkembangan pembahasan kesepakatan terkait debt ceiling di AS sebelum debt ceiling tercapai di awal Juni 2023.

Sementara itu, Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji 6.824-6.855.

“Selama IHSG belum mampu menembus 6.971 sebagai resistancenya, maka IHSG rawan terkoreksi kembali ke rentang area 6.673-6.705,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu ADRO, BRPT, JPFA, dan MEDC.

 

Leave a Comment