Pada perdagangan saham Kamis (2/2/2023), Wall Street ditutup bervariasi. Nasdaq dan S&P 500 berakhir menguat dan menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Sementara, saham Dow Jones melandai, terseret oleh penurunan beberapa saham perawatan kesehatan besar.
Setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), pasar menguat menyusul komentar dari Ketua Fed Jerome Powell yang mengakui proses “disinflasi” mungkin telah dimulai.
Dikutip dari Reuters, Jumat (3/2), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 39,02 poin, atau 0,11 persen, menjadi 34.053,94, S&P 500 (.SPX) naik 60,55 poin, atau 1,47 persen, menjadi 4.179,76 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 384,50 poin, atau 3,25 persen, menjadi 12.200,82.
Investor masih mencerna keputusan kebijakan Fed pada hari Rabu dan komentar dari Powell, yang mengakui kemajuan dalam perang melawan inflasi dan tampak enggan untuk melawan reli saham dan obligasi.
“Saya pikir reaksi terhadap komentar Fed kemarin benar-benar mendorong investor untuk mengambil risiko. Intinya bagi investor menurut saya adalah bahwa komentar Fed tidak terduga,” kata Rick Meckler, partner di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.
Indeks saham megacap Apple (AAPL.O), Amazon (AMZN.O) dan induk Google Alphabet (GOOGL.O) juga naik kuat jelang hasil setelah penutupan pasar pada hari Kamis, dengan Apple naik 3,7 persen, dan Amazon dan Alphabet keduanya naik lebih dari 7 persen.
Namun, pada awal perdagangan setelah tutup pasar, saham ketiga perusahaan tersebut jatuh setelah merilis laporan keuangan masing-masing.
Setelah tertekan di tahun 2022, pasar saham AS membuat awal yang kuat untuk tahun ini. Sektor teknologi dan saham lain yang tertinggal tahun lalu memimpin rebound di tengah harapan bahwa The Fed akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif. Suku bunga yang tak lagi cepat naik dapat mengurangi tekanan pada valuasi saham.
Tren tersebut berlanjut pada hari Kamis. Sektor layanan komunikasi melonjak 6,7 persen, kenaikan harian terbesar dalam hampir tiga tahun. Kenaikan sektor ini dipimpin oleh lonjakan harga saham induk Facebook, yakni Meta Platforms yang menguat 23,3 persen.
Perusahaan mengungkapkan kontrol biaya yang lebih ketat tahun ini dan pembelian kembali saham senilai USD 40 miliar, karena CEO Mark Zuckerberg menyebut tahun 2023 sebagai “tahun efisiensi”.
Rata-rata pergerakan 50 hari S&P 500 bergerak di atas rata-rata pergerakan 200 hari, sebuah pola yang dikenal sebagai golden cross yang dianggap oleh banyak orang sebagai sinyal teknis bullish untuk momentum jangka pendek.
Sektor energi (.SPNY), salah satu pemain yang menonjol tahun lalu, turun 2,5 persen, sementara perawatan kesehatan (.SPXHC) turun 0,7 persen.
Saham UnitedHealth Group (UNH.N) turun 5,3 persen setelah pemerintah AS mengusulkan tingkat penggantian Medicare Advantage di bawah perkiraan analis, dan saham membebani Dow Jones.
Penurunan 3,3 persen pada saham Merck (MRK.N), setelah produsen obat tersebut memperkirakan pendapatan 2023 di bawah estimasi Wall Street, juga menyeret indeks blue chip.
Saham produsen obat Eli Lilly (LLY.N) turun 3,5 persen setelah penjualan obat diabetesnya meleset dari perkiraan.
Data menunjukkan klaim pengangguran turun minggu lalu ke level terendah 9 bulan, menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja, menjelang angka pekerjaan bulanan AS pada hari Jumat.