Pada perdagangan Kamis (1/9/2022) waktu Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah. Sentimen investor yang khawatir suku bunga The Fed naik mendorong tiga indeks utamanya merah.
Dikutip dari Reuters (2/9) Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 280,44 poin, atau setara dengan 0,88 persen, menjadi 31.510,43; S&P 500 (.SPX) kehilangan 31,16 poin, atau setara dengan 0,78 persen, menjadi 3.955; dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 66,93 poin, atau setara dengan 0,56 persen, menjadi 11.816,20.
Untuk bulan ini, Dow Jones mengalami penurunan 4,06 persen, S&P 500 kehilangan 4,24 persen, dan Nasdaq turun 4,64 persen.
Tiga indeks utama mengalami penurunan persentase bulanan terbesar pada Agustus sejak 2015. Setelah mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, S&P 500 tersandung dalam beberapa pekan terakhir, turun lebih dari 8 persen.
Bayang-bayang Wall Street akan terus lesu lantaran di bulan September biasanya laju saham nyaris selalu lemah.
Sejumlah saham yang terpantau anjlok pada perdagangan kemarin di antaranya Indeks semikonduktor Philadelphia SE (.SOX) kehilangan 1,15 persen setelah Seagate memangkas ekspektasi pendapatan kuartal pertama.
Selain itu, saham HP Inc turun 7,68 persen setelah memperkirakan laba kuartalan dan setahun penuh yang suram karena penjualan komputer yang lambat. Chewy Inc turun 8,18 persen setelah pengecer persediaan hewan peliharaan online memangkas prospek penjualan 2022 setahun penuh.
Bed Bath & Beyond Inc (BBBY.O) jatuh 21,30 persen setelah mengatakan akan menutup 150 toko, melepaskan pegawai, dan merombak strategi merchandising dalam upaya untuk membalikkan bisnis yang merugi. Sementara saham Snap Inc (SNAP.N) naik 8,69 persen setelah perusahaan mengatakan akan memangkas 20 persen staf.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (2/9). Pada perdagangan Kamis (1/9), IHSG ditutup melemah 25,486 poin (0,36 persen) ke level 7.153,104.
Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG hari ini berada di level support 7.099-7.126 serta resistance pada rentang 7.188-7.233.
“Candlestick membentuk doji dengan stochastic membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan. Pergerakan masih dibayangi berbagai sentimen negatif dari dalam dan luar negeri,” tulis Dennies dalam risetnya, Jumat (2/9).
Di sisi lain, lanjut Dennies, investor akan mencermati data Non-Farm Payroll dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat Malam. Sementara itu, pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan Indeks DJIA terjungkal alias turun tajam sebesar 1.781.36 poin (5,44 persen), akibat short covering position mengalami technical rebound sebesar 145,9 poin (0,46 persen).
“Nasib kurang beruntung dialami Indeks saham teknologi Nasdaq yang kembali turun di hari ke 5 sebesar 86,35 poin (0,26 persen),” kata Edwin.
Edwin menyebut, apabila Indeks DJIA dikombinasikan dengan penguatan EIDO sebesar 0,88 persen dan penguatan harga batu bara sebesar 4,35 persen, berpotensi menjadi katalis pendorong IHSG untuk menguat pada perdagangan Jumat ini.
Edwin mengingatkan untuk mewaspadai beberapa sentimen negatif yang muncul, antara lain berlanjutnya kejatuhan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah turun di hari ke 3 sebesar 2,81 persen, CPO turun di hari ke 5 sebesar 3,2 persen, dan emas turun di hari ke 5 sebesar 0,82 persen.
“Komoditas lain seperti timah turun di hari ke 2 sebesar 3,63 persen berpotensi menjadi sentimen negatif, di tengah penantian rencana kenaikan harga BBM bersubsidi,” sambungnya.
Berikut rekomendasi saham yang berpotensi cuan:
- ADRO
Technical Indicators: Strong Buy and Overbought
Buy: 3.700
Target Price: 3.890
Stop-Loss : 3.510
- ICBP
Technical Indicators: Neutral
Buy: 8.700
Target Price: 9.150
Stop-Loss: 8.250
- ITMG
Technical Indicators: Strong Buy
Buy: 40.200
Target Price: 42.200
Stop-Loss: 38.200
- TOWR
Technical Indicators: Strong Buy
Buy: 1.250
Target Price: 1.310
Stop-Loss : 1.190
- BBRI
Technical Indicators: Strong Buy
Buy: 4.390
Target Price: 4.610
Stop-Loss: 4.170