PADA penutupan perdagangan Senin (22/8/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir melemah tajam. Merosotnya tiga indeks utama karena investor khawatir pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini di Jackson Hole, Wyoming.
Pertemuan The Fed ini diperkirakan akan memperkuat komitmen bank sentral AS untuk menekan inflasi. Mengutip Reuters, Selasa (23/8), Nasdaq turun 2,55 persen menjadi 12.381,57 poin. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,91 persen menjadi 33.063,61 poin.
Seluruh indeks sektor S&P 500 turun, dipimpin oleh consumer discretionary (.SPLRCD) turun 2,84 persen, diikuti oleh penurunan teknologi informasi (.SPLRCT) sebesar 2,78 persen.
Setelah reli musim panas di Wall Street berakhir pekan lalu, S&P 500 (.SPX) tetap turun sekitar 13 persen sejauh ini pada 2022 dan Nasdaq (.IXIC) turun lebih dari 20 persen.
Pidato Ketua The Fed Jerome Powell Jumat lalu di konferensi bank sentral di Jackson Hole mengisyaratkan seberapa agresif The Fed menaikkan suku bunga di masa depan.
“Powell akan mencoba terdengar hawkish untuk meredam ekspektasi inflasi dan memperketat kondisi keuangan. Jadi kemungkinan besar itu akan menjadi katalis negatif bagi pasar,” kata Jay Hatfield, kepala investasi di Infrastructure Capital Management di New York.
The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan September, menurut hasil survei Reuters oleh ekonom. Namun, para pelaku usaha terbagi antara kenaikan 50 bps dan 75 bps oleh bank sentral. Ini diakibatkan pemangku kebijakan baru-baru ini menekankan komitmen Fed untuk memerangi inflasi.
Investor juga mencari lebih detail rencana Fed untuk mengurangi neraca hampir USD 9 triliun, yang telah dimulai pada Juni.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Selasa (23/8). Pada perdagangan hari Senin (22/8), IHSG ditutup melemah 64,451 poin (0,90 persen) ke level 7.107,98.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memperkirakan IHSG bakalan bergerak di level 7.013 sampai 7.060, dengan resistance di rentang 7.207 hingga 7.157.
“Secara teknikal, candlestick membentuk lower high dan lower low dengan stochastic melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan.,” ujar Dennies dalam risetnya, Senin (22/8).
Dennies menyebutkan, di sisi lain investor akan cenderung menantikan hasil RDG Bank Indonesia (BI) pada tengah pekan ini yang bakal mempengaruhi pergerakan saham.
Sementara itu CEO Yuugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mencermati saat menjelang rilis tingkat suku bunga pada hari ini disinyalir masih belum terdapat perubahan. Sedangkan menurutnya perkembangan pola pergerakan IHSG masih menunjukkan tren positif jangka panjang.
“Peluang kenaikan masih terbuka lebar di tengah ketidakpastian perekonomian global, kondisi kestabilan perekonomian dalam negeri yang tercermin dari rilis data perekonomian masih menopang pertumbuhan IHSG dalam jangka panjang, hari ini IHSG berpotensi menguat,” sambungnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan William antara lain:
HMSP
UNVR
BBCA
JSMR
KLBF
TBIG
PWON
ASRI
INDF