Pada perdagangan saham Amerika Serikat (AS), Rabu (17/8/2022), Wall Street ditutup turun. Bursa saham AS bergejolak usai risalah dari pertemuan Federal Reserve alias The Fed, pada bulan Juli menggambarkan pembuat kebijakan kurang agresif dari langkah yang diambil sebelumnya.
Bank sentral AS tercatat telah menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar 225 poin tahun ini ke kisaran 2,25 persen hingga 2,50 persen. Setelah rilis risalah digelar, pedagang berjangka yang terkait dengan suku bunga kebijakan Fed melihat kenaikan suku bunga setengah poin lebih mungkin terjadi pada bulan September.
“Mereka tetap hawkish, tetapi juga membuka kemungkinan untuk kenaikan setengah poin persentase pada September dibandingkan dengan 75,” ujar kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York Peter Cardillo.
Reuters melansir, Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan 171,69 poin atau 0,5 persen ke level 33.980,32. Sementara S&P 500 turun 31,16 poin atau sebesar 0,72 persen menjadi 4.274,04.
Adapun Nasdaq Composite turun 164,43 poin atau 1,25 persen menjadi 12.938,12. Saham target berakhir turun 2,7 persen setelah pengecer mencatatkan penurunan 90 persen dalam pendapatan kuartalan. Sedangkan indeks ritel S&P 500 turun 1,2 persen.
Setelah nyaris satu semester perdagangan saham AS penuh gejolak, pergerakan mulai naik pada bulan Juli. Ini dipicu pendapatan perusahaan yang mayoritas membaik. Ditambah kebijakan The Fed yang menjadi angin segar bagi para investor.
Adapun volume di bursa AS adalah 10,76 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 10,92 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
S&P 500 membukukan 4 tertinggi baru untuk 52 minggu dan 29 terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 36 tertinggi baru dan 57 terendah baru.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (18/8). Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (16/8), IHSG ditutup menguat 40,177 poin (0,57 persen) ke level 7.133,453.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi, IHSG hari ini bakalan bergerak di rentang 7.002 – 7.223. Dia menilai bursa saham Indonesia berpotensi dalam tekanan yang bersifat terbatas.
“Pasca melewati libur hari kemerdekaan Indonesia dan masih berada dalam pekan pendek perdagangan, IHSG terlihat masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dan masih berada dalam tren naik secara jangka panjang,” tulis William dalam risetnya, Kamis (16/8).
William mengamati, sementara untuk jangka pendek IHSG berpotensi untuk terkoreksi minor. Sementara itu, pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, kondisi bursa global dan harga komoditas kurang kondusif turut berdampak pada pergerakan saham.
Edwin menyebut jatuhnya harga ditandai dengan harga minyak di hari ketiga sebesar 0,64 persen, nikel turun di hari ketiga sebesar 0,31 persen, CPO turun di hari kedua sebesar 0,38 persen. Selain itu, emas turun di hari kedua sebesar 1,05 persen serta timah turun 2,29 persen.
“Di tengah kembali jatuhnya EIDO di hari ke 2 sebesar 0,38 persen padahal IHSG di hari Selasa ditutup naik. Di tengah mulai merangkak naiknya yield obligasi AS segala tenor, serta kembali mulai terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar mendekati level 14,800-an,” kata Edwin.
Di lain pihak, harga komoditas yang terus membara yakni batu bara yang kembali naik cukup tajam sebesar 6,56 persen menuju level USD 450. Sehingga tidak berlebihan jika investor bisa menambah bobot di saham berbasis batu bara.
Saham yang direkomendasikan Edwin hari ini:
1. ASII
Technical Indicators: Strong Buy and Overbought
Buy: 6.975
Target Price: 7.325
Stop-Loss: 6.625
2. CPIN
Technical Indicators: Neutral
Buy: 5.700
Target Price: 6.000
Stop-Loss: 5.400
3. BMRI
Technical Indicators: Strong Buy
Buy: 8.525
Target Price: 8.950
Stop-Loss: 8.100
4. KLBF
Technical Indicators: Buy
Buy: 1.635
Target Price: 1.720
Stop-Loss: 1.550
5. MYOR
Technical Indicators: Buy
Buy: 1.895
Target Price: 1.990
Stop-Loss : 1.800