Imbal Hasil Treasury AS Turun Didorong Inflasi Melambat, Wall Street Menguat

Pada perdagangan Jumat (12/8/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir naik. Kendati demikian, imbal hasil Treasury AS mengalami penurunan akibat para investor mengurangi ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang dipicu oleh turunnya harga minyak ikut membantu meredakan inflasi.

Mengutip dari Reuters, Senin (15/8), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 1,27 persen menjadi 33.761,05, sedangkan S&P 500 (.SPX) naik 1,73 persen menjadi 4.280,15 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 2,09 persen menjadi 13.047,19.

Ketiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan selama minggu keempat secara berturut-turut. Adapun, kenaikan ini didorong oleh keberadaan saham di bidang teknologi, layanan kesehatan, komunikasi, diskresi konsumen dan keuangan.

Pada minggu ini, sentimen pasar mendapatkan dukungan dari Data Departemen Tenaga Kerja AS. Dalam data tersebut menunjukkan adanya perlambatan harga konsumen dan produsen pada bulan Juli menyusul serangkaian kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Ketua Great Hill Capital, Thomas Hayes mengatakan keberadaan inflasi yang sedang menurun mengakibatkan semua manajer yang bertahan di kas seolah tidak percaya bahwa pihaknya dapat bergerak dari posisi terendah bulan Juni dan saat ini dipaksa kembali menuju pasar.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS turun, karena para pedagang mempertimbangkan kemungkinan moderasi sikap kebijakan moneter The Fed. Hasil benchmark 10-tahun juga turun menjadi 2,8385 persen usai sempat berada sebesar 2,902 persen pada hari Kamis dan angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 22 Juli.

“Dengan turunnya inflasi, kepercayaan konsumen akan kembali dan lapangan kerja masih kuat. Anda bisa melihat situasi di mana pasar telah stabil dan angka-angka ekonomi terus melambat berdasarkan efek lag dari pengetatan Fed yang telah terjadi. terjadi,” tambah Hayes.

Selanjutnya, harga minyak turun sekitar 2 persen di tengah ekspektasi bahwa gangguan pasokan di Teluk Meksiko AS akan bersifat jangka pendek. Meski begitu, kekhawatiran resesi mengaburkan prospek permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent turun 1,5 persen menjadi menetap di USD 98,15 per barel. Lalu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,4 persen menjadi menetap di USD 92,09 per barel.

 

Leave a Comment