PADA perdagangan Selasa (2/8/2022) waktu Amerika Serikat, Wall Street ditutup lebih rendah usai Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan. Kedatangan Pelosi membuat tegang hubungan AS dan China.
Mengutip Reuters, Rabu (3/8), S&P turun 0,66 persen untuk mengakhiri sesi di 4.091,32 poin. Nasdaq turun 0,16 persen menjadi 12.348,76 poin, sementara Dow Jones Industrial Average anjlok 1,23 persen menjadi 32.396,30 poin.
Pelosi mengatakan, kunjungannya ke Taiwan menunjukkan solidaritas Amerika terhadap pulau yang diklaim China sebagai wilayahnya. China mengutuk kehadiran Pelosi ke Taiwan karena dianggap provokator dan mengancam perdamaian serta stabilitas dalam 25 tahun di wilayah tersebut.
Pasar keuangan AS telah bergejolak dalam beberapa bulan terakhir akibat perang Ukraina, melonjaknya inflasi, dan pengetatan kondisi keuangan. Lowongan pekerjaan AS anjlok di level terendah hanya dalam dua tahun, karena permintaan pekerja berkurang di industri perdagangan eceran dan grosir. Secara keseluruhan, pekerja tenaga kerja tetap ketat.
Sejak Federal Reserve AS menaikkan lagi suku bunga sebesar 75 basis poin pada Juli lalu, investor berspekulasi mengenai apakah kenaikan terbesar bank sentral berada di belakangnya.
“Pasar harus benar-benar nyaman bahwa mereka telah sepenuhnya memahami semua kenaikan suku bunga Fed, dan saya pikir ini tetap menjadi pertanyaan terbuka,” ujar ahli strategi investasi senior di US Bank Wealth Management Rob Haworth.
Sebagian besar laporan keuangan emiten di kuartal kedua lumayan menguatkan pasar modal AS baru-baru ini dengan indeks acuan S&P 500 naik sekitar 12 persen dari posisi terendah yang dicapai pada pertengahan Juni.
Diprediksi Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Rabu (3/8). Kemarin, IHSG ditutup menguat 20 poin (0,27 persen) ke level 6.988,15.
Research Analyst Artha Sekuritas, Dennies Christopher, memperkirakan IHSG menguji di level 6.871-6.929 dan resistensi di rentang 7.018-7.049.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat dengan rentang cukup terbatas setelah bergerak di area negatif sepanjang hari.
“IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal, candlestick membentuk lower high dan lower low dengan stochastic di area overbought mengindikasikan potensi pelemahan. Pelemahan akan didorong aksi profit taking. Di sisi lain, pergerakan masih akan didorong oleh musim rilis laporan kinerja semester I 2022,” kata Dennies dalam analisisnya, Rabu (3/8).
Hal serupa juga dikatakan CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya. Dia mengatakan IHSG saat ini masih menunjukkan pola sideway dengan potensi penguatan terbatas.
“Kondisi rilis kinerja emiten sepanjang paruh pertama tahun 2022 yang diperkirakan akan memiliki hasil yang membaik yang tentunya akan dapat menopang keunikan dari pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi naik,” jelas William.
Ivan memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang level support IHSG berada di 6.789 hingga 7.074. Berikut saham yang direkomendasikan William:
– GGRM
– SMRA
– WIKA
– ASRI
– PWON
– BBCA
– UNVR
– INDF
– BINA
– ICBP