Pada perdagangan Jumat (22/7/2022), indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir lemah. Lemahnya pertumbuhan penjualan saham teknologi memicu pelemahan tersebut.
Mengutip Reuters, Senin (25/7), Dow Jones Industrial Average melemah 137,61 poin atau 0,43 persen menjadi 31.899,29. Indeks S&P 500 turun 37,32 poin atau 0,93 persen menjadi 3.961,63. Nasdaq Composite turun 225,50 poin atau 1,87 persen menjadi 11.834,11.
Ketiga indeks utama Wall Street membukukan kenaikan mingguan meskipun turun di perdagangan terakhir. Indeks teknologi, Nasdaq menutup minggu ini dengan kenaikan 3,3 persen, S&P 500 naik 2,4 persen, dan Dow naik 2 persen dalam sepekan.
Pemilik Snapchat membukukan pertumbuhan penjualan kuartalan terlemahnya sebagai perusahaan publik. Hal ini menyebabkan harga saham Snap Inc turun hampir 40 persen. Sementara Twitter Inc membalikkan penurunan harga sebelumnya menjadi kenaikan 0,8 persen menyusul penurunan pendapatan yang mengejutkan.
Perusahaan online lain yang sangat bergantung pada iklan, seperti raksasa teknologi Meta Platforms Inc dan Alphabet Inc masing-masing jatuh 7,6 persen dan 5,6 persen. Hal tersebut tentu membebani kinerja Nasdaq. Pada Jumat pekan lalu, tercatat sekitar 21 persen perusahaan di S&P 500 melaporkan pendapatan. Dari jumlah tersebut, hampir 70% persen melampaui ekspektasi analis.
Menanti Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Pertemuan The Fed
Investor mengharapkan laporan keuangan yang akan rilis di minggu ini yang akan mencakup laporan dari raksasa teknologi utama seperti Alphabet, Amazon, Apple dan Microsoft.
Semua investor juga masih menanti pertemuan Federal Reserve dan data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal kedua di minggu ini. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali. Sedangkan data PDB kemungkinan akan kembali negatif.
Sementara itu, sebuah survei pada Jumat, menunjukkan bahwa aktivitas bisnis AS pada bulan Juli mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Hal ini memperdalam kekhawatiran ekonomi yang terhambat oleh inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga, dan berkurangnya kepercayaan konsumen.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Senin (25/7). Pada perdagangan sebelumnya Jumat (22/7), IHSG ditutup menguat 0.33 persen di level 6,886.96.
Research Analyst Artha Sekuritas, Dennies Christopher mengatakan, IHSG diprediksi menguat. IHSG akan menguji di level 6,857-6,828, dan resistance di level 6,930-6,908.
“Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low berpotensi menguat dan uji resistance terdekat di MA50,” kata Dennies, Senin (25/7).
Menurut dia, pergerakan pada awal pekan diperkirakan terbatas dikarenakan minimnya sentimen dari data ekonomi.
Saham yang direkomendasikan Dennies DSNG, dan MNCN.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya meramal IHSG akan positif pada perdagangan hari ini di rentang 6686 – 6901.
Menurut dia, mengawali pekan terakhir di bulan ketujuh tahun 2022, rilis kinerja emiten sepanjang paruh pertama tahun 2022 masih dinanti.
“Perkiraan laporan kinerja yang membaik di paruh pertama tahun ini akan dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” tulis William dalam prediksinya, Senin (25/7).
Saham-saham yang direkomendasikan William, SMRA, BBCA, BBRI, TLKM, UNVR, PWON, ASRI, ASII, BINA.