Pada perdagangan Selasa (19/7/2022), Wall Street berakhir dengan kenaikan tajam karena lebih banyak perusahaan melaporkan pendapatan dan laba perusahaan melampaui perkiraan. Ini memberi sedikit kelonggaran pada investor yang kadung was-was mengenai lebih tingginya inflasi karena pengetatan kebijakan The Fed.
Pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jones Industrial Average naik 754,44 poin atau 2,34 persen menjadi 31.827,05. Sementara S&P 500 naik 105,84 poin atau 2,76 persen ke level 3.936,7. Adapun Nasdaq Composite bertambah 353,10 poin atau 3,11 persen menjadi 11.713,15.
S&P 500 tercatat naik 2,8 persen yang merupakan penutupan tertinggi sejak 9 Juni. Nasdaq Composite naik 3,1 persen, ini juga merupakan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 24 Juni 2022.
Volume di bursa AS adalah 10,95 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,76 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
“Laba perusahaan tercatat lebih baik dari ekspektasi,” kata Paul Kim, CEO Simplify Asset Management di New York dikutip dari Reuters, Rabu (20/7).
Saham Halliburton tercatat naik 2,1 persen setelah penyedia layanan ladang minyak membukukan laba kuartalan sebesar 41 persen. Lalu, Toymaker Hasbro Inc naik 0,7 persen setelah laporan laba kuartalannya jauh di atas ekspektasi.
Begitu pula dengan Truist Financial Corp yang mencatatkan kenaikan saham sebesar 2,6 persen usai laporan laba. Dolar AS menandai penurunan hari ketiga berturut-turut karena pasar mengurangi kemungkinan suku bunga Federal Reserve yang lebih tinggi.
Lonjakan inflasi sebelumnya membuat investor memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin dalam pertemuan The Fed akhir bulan ini. Sejumlah pejabat Fed akhirnya memberi sinyal 75 basis poin sebagai gambaran kenaikan suku bunga tersebut.
Meski begitu, Kim tetap meminta investor tetap waspada. Sebab kondisi makro di AS masih mengkhawatirkan, melihat inflasi yang tinggi.
“Kami masih mengalami penurunan pendapatan, tekanan inflasi yang tinggi dan pengetatan Fed. Jadi dalam jangka panjang, saya tidak berpikir reli yang menanjak ini tidak bertahan lama,” katanya.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (20/7). Kemarin IHSG ditutup naik 76,84 poin (1,15 persen) ke level 6.736,09.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya mengatakan IHSG terlihat mulai akan menunjukkan penguatan meski di tengah gejolak harga komoditas.
“IHSG saat ini terlihat mulai menunjukkan tanda tanda untuk mengalami kenaikan di tengah gejolak harga komoditas dan masih berangsur kembalinya kondisi sektor riil ke arah yang lebih baik, hal ini tentunya juga akan memberikan sentimen yang baik terhadap kinerja emiten, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam analisisnya, dikutip Rabu (20/7).
William memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang 6.578-6.789. Adapun saham yang William rekomendasikan meliputi BBCA, TLKM, ASII, UNVR, HMSP, ICBP, WTON, PWON, dan ASRI.
Sementara, Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG menguji di level 6.586-6.661 dan resistance di rentang 6.775-6.814. Dia memprediksi IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini.
“Secara teknikal candlestick membentuk doji dengan lower high dan lower low dengan volume tinggi dan indikator stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan,” ujar dia.
Dennies menyebut, pergerakan IHSG akan cenderung terbatas dikarenakan investor cenderung wait and see menanti kebijakan suku bunga BI.