Inflasi AS Masih Jadi Kekhawatiran Investor, Wall Street Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Kamis (14/7/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, bervariasi. Pasalnya, investor menerima hasil dua bank besar AS dengan kecewa mengenai inflasi di luar perkiraan.

Mengutip Reuters, Jumat (15/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 142,62 poin atau 0,46 persen, S&P 500 (.SPX) kehilangan 11,4 poin atau 0,3 persen pada 3.790,38, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) justru bertambah 3,60 poin (0,03 persen) ke level 11.251,19.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona negatif, dengan sektor keuangan (.SPSY) rugi terbesar turun 1,9 persen.

Awalnya ketiga indeks saham utama AS dijual tajam setelah pendapatan kuartal kedua di JPMorgan Chase & CO dan Morgan Stanley. Laba penjualan tersebut merosot dan kedua lembaga tersebut memperingatkan resesi ekonomi mendatang.

“Tidak mengherankan bahwa bank mengalami pelemahan investasi. JPMorgan memperingatkan bahwa ada ketidakpastian di pasar,” ujar kepala eksekutif dan manajemen portofolio di InfraCap Jay Hatfield.

Aksi penjualan mulai mereda setelah Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan ia mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi pada Juli, agar meredakan kegelisahan peluang kenaikan 100 basis poin atau bahkan lebih besar.

“The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps tetapi seharusnya tidak. The Fed telah melakukan banyak hal untuk mengurangi inflasi tetapi mereka tidak akan menyadarinya sampai mereka berkaca,” kata Hatfield.

Harga pangan dan energi terus mereda dari puncak Maret, meskipun inflasi inti tetap jauh di atas target rata-rata tahunan 2 persen bank sentral.

Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing terdaftar di AS naik 2,9 persen setelah mengikuti panduan pembuatan chip.

Conagra Brand (CAG.N) jatuh 7,2 persen setelah mengeluarkan proyeksi pendapatan tahunan yang berada di bawah perkiraan.

Volume transaksi di bursa saham AS mencapai 10,86 miliar saham, lebih rendah dibandingkan 20 hari terakhir sebanyak 12,48 miliar saham.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Jumat (15/7). Pada perdagangan hari Kamis (14/7), IHSG ditutup menguat pada 49,09 poin (0,74 persen) ke level 6.690,087.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG menguji pada level support 6.572 – 6.631 dan resistance di level 6.724 – 6.758.

“Secara teknikal candlestick membentuk formasi piercing line dengan stochastic membentuk goldencross di sekitar area oversold mengindikasikan potensi penguatan,” ujar Dennies dalam risetnya, Jumat (15/7).

Dennies mengatakan pergerakan diperkirakan akan terbatas akibat masih banyaknya sentimen negatif termasuk inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mencermati IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek di akhir pekan.

“Kenaikan yang terjadi masih bersifat teknikal rebound, sehingga para investor masih harus mewaspadai adanya potensi koreksi wajar karena sentimen dari fluktuasi harga komoditas. Selain itu nilai tukar Rupiah yang masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” katanya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham dari Dennies yang menjadi pertimbangan investor, yaitu EXCL dan ADRO.

  1. EXCL

Recommendation: Buy

Target Price: 2.390 – 2.440

Entry Level: 2.270 – 2,320

Stop Loss: 2.250

  1. ADRO

Recommendation: Buy

Target Price: 3.050 – 3.100

Entry Level: 2.900 – 2.940

Stop Loss: 2.870.

 

 

Leave a Comment