Pada perdagangan hari Selasa (17/5/2022), Wall street ditutup naik tajam. Kenaikan itu didorong oleh Apple, Tesla, dan saham pertumbuhan mega cap lainnya. Saham tersebut tumbuh disusul dengan penjualan ritel yang kuat pada bulan April meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Dilansir dari Reuters, Rabu (18/5) saham Microsoft Corp, Apple Inc, Tesla Inc dan Amazon naik di rentang 2 persen dan 5,1 persen mendorong S&P 500 dan Nasdaq lebih tinggi.
Kemudian S&P 500 naik 2,02 persen untuk mengakhiri sesi pada 4.088,85 poin. S&P 500 telah naik atau turun 2 persen lebih dalam sei satu sejauh ini sebanyak 39 kali pada tahun 2022, dibanding tahun 2021 sebanyak 24 kali.
Nasdaq naik 2,76 persen menjadi 11.984,52 poin. Sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,34 persen menjadi 32.654,59 poin.
Reli perdagangan hari Selasa menyusul minggu-minggu penjualan di pasar saham AS di mana S&P 500 tenggelam ke level terendah sejak Maret 2021.
Data yang menunjukkan penjualan ritel AS meningkat 0,9 persen pada April akibat konsumen membeli kendaraan bermotor di tengah peningkatan pasokan dan kunjungan ke restoran membuat investor senang.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan Federal Reserve AS terus mendorong untuk memperketat kebijakan moneter AS sampai inflasi jelas menurun. Investor memperkirakan peluang 85 persen dari kenaikan suku bunga 50 basis poin di bulan Juni.
MELANJUTKAN PENGUATAN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (18/5). Pada perdagangan Selasa (17/5 ) IHSG ditutup menguat 0,7 persen di level 6,644.46.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG akan menguat terbatas pada perdagangan hari ini.
“Kenaikan yang dialami dalam pergerakan IHSG masih bersifat teknikal rebound, masih minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG turut mempengaruhi pergerakan IHSG,” tulis William dalam prediksinya, Rabu (18/5).
Sehingga dalam jangka pendek IHSG masih akan bergerak sideways, namun pasca rilis data perekonomian yang menunjukkan kondisi perekonomian berada dalam keadaan stabil serta masih tercatatnya capital inflow secara year to date dapat menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
Serupa, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini.
“Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan,” ungkap Dennies dalam prediksinya, Rabu (18/5).
Pergerakan IHSG akan didorong rilis kinerja emiten di kuartal I 2022. Di sisi lain, pergerakan akan terbatas dibayangi sentimen global yang masih khawatir akan inflasi yang mungkin tak terbendung.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan William adalah BBCA, ITMG, INDF, BBRI, JSMR, AKRA, SMRA, LSIP.
Sementara Dennies merekomendasikan BBRI dan BRPT untuk perdagangan hari ini.