Pada perdagangan Senin (12/4/2022), bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah tajam. Penyebabnya, investor memulai pekan risk-off, karena kenaikan imbal hasil obligasi membebani saham-saham terkemuka menjelang rilis data inflasi.
Federal Reserve AS berjanji mengatasi inflasi secara agresif, dan sebagian pelaku pasar mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin dari bank sentral dalam beberapa bulan mendatang, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (12/4).
Ketiga indeks saham utama AS berakhir di zona negatif,dengan saham teknologi Nasdaq turun 2 persen. Sedangkan 11 sektor utama S&P 500 berakhir di sesi merah, dengan saham energi mengalami persentase kerugian terbesar.
“Ada peningkatan yield yang khususnya mempengaruhi saham teknologi dan pertumbuhan lainnya, dan ada perlambatan ekonomi yang mempengaruhi energi dan berbagai material,” ujar presiden Penasihat Investasi Chase Peter Tuz.
Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 413,04 poin (1,19 persen) menjadi 34.308,08. S&P 500 (.SPX) kehilangan 75,75 poin (1,69 persen) menjadi 4.412,53. Nasdaq Composite (.IXIC) truun 299,04 poin (2,18 persen) menjadi 13.411,96 poin.
Secara agregat, pertumbuhan pendapatan tahunan S&P 500 diperkirakan turun 6,1 persen dari 7,65 persen di awal tahun.
Benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun melayang di level tertinggi selama tiga tahun, menjelang rilis data inflasi utama hari Selasa.
Tuz menambahkan, semua mata tertuju pada angka inflasi yang berpotensi menjadi tertinggi dalam 40 tahun, sehingga mendorong The Fed menaikkan suku bunga yang lebih tinggi dan lebih sering.
Dari laporan Departemen Tenaga Kerja, diharapkan tanda-tanda gelombang inflasi telah mencapai puncaknya pada hari Selasa.
Saham Twitter Inc naik 1,7 persen setelah pemegang saham terbesarnya, Ketua Tesla Inc (TSLA.O) Elon Musk menolak tawaran perusahaan media sosial untuk bergabung dengan dewan direksi.
Adapun saham Tesla turun 4,8 persen, dengan data menunjukkan penjualan kendaraan listrik menurun di China bulan lalu.
Perusahaan media dan streaming Warner Bros Discovery Inc (WBD.O) naik 1,4 persen di hari perdagangannya, usai dibentuk dari penggabungan Discovery Inc dan aset AT&T Inc (T.N) senilai USD 43 miliar.
Indeks S&P 1500 Airline (.SPCOMAIR) naik 2,7 persen, imbas penurunan harga minyak mentah membantu maskapai penerbangan komersial.