Didorong Kenaikan Saham Google, Wall Street Ditutup Melesat

PADA perdagangan Rabu (2/2/2022), ketiga indeks utama Wall Street berakhir lebih tinggi. Setelah induk Google Alphabet dan pembuat chip Advanced Micro Devices melaporkan pendapatan mereka selama 2021 memberikan sentimen positif dan mendorong kenaikan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Kamis (3/2), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 224,09 poin, atau 0,63 persen menjadi 35.629,33, S&P 500 (.SPX) naik 42,84 poin, atau 0,94 persen menjadi 4.589,38 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 71,54 poin, atau 0,5 persen menjadi 14.417,55.

Meski demikian, pergerakan pasar sempat mencekam ketika saham induk Facebook Meta Platforms Inc (FB.O) anjlok sebanyak 22 persen. Facebook membukukan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan.

Beberapa perusahaan media sosial lainnya juga jatuh termasuk Twitter (TWTR.N), Pinterest (PINS.N) dan Spotify (SPOT.N), yang juga merilis hasil mengecewakan Rabu malam.

Selama sesi reguler, Alphabet (GOOGL.O) naik 7,5 persen setelah melaporkan rekor penjualan kuartalan pada hari Selasa, dan mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan stock split. Sementara Amazon.com Inc turun 0,4 persen menjelang laporan pendapatannya yang akan dirilis pada hari Kamis.

Bulan lalu, indeks teknologi Nasdaq (.IXIC) turun sebanyak 19 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada November. Penurunan tersebut merupakan imbas dari kekhawatiran soal rencana The Fed menaikkan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

Para investor pun memperkirakan akan terjadi lima kali kenaikan suku bunga tahun ini setelah komentar hawkish dari Federal Reserve AS pada Januari lalu.

Saham Advanced Micro Devices Inc (AMD.O) naik 5,1 persen setelah perusahaan pada hari Selasa memperkirakan pendapatan 2022 di atas ekspektasi. Mereka juga optimistis permintaan kuartalan semikonduktornya akan naik, meskipun ada hambatan pasokan global.

Sentimen positif meluas ke pembuat chip lainnya termasuk Nvidia Corp (NVDA.O), Qualcomm Inc (QCOM.O) dan Micron Technology Inc (MU.O), yang naik 2,5 persen dan 6,3 persen. Sayangnya, saham PayPal Holdings Inc (PYPL.O) merosot 24,6 persen setelah memperkirakan pendapatan dan laba kuartal pertama jauh di bawah ekspektasi.

Akibatnya, perusahaan teknologi keuangan dan pembayaran lainnya terseret, dengan Block Inc (SQ.N), Affirm Holdings Inc (AFRM.O) dan SoFi Technologies (SOFI.O) jatuh 8,4 persen dan 10,6 persen.

Sementara saham perbankan termasuk JP Morgan Chase & Co (JPM.N), Citigroup Inc (C.N) dan Bank of America Corp (BAC.N) melemah, jatuh antara 0,1 persen dan 0,8 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,06 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,43 miliar saham. (*)

 

Leave a Comment