Dipicu Anjloknya Saham Netflix, Wall Street Menurun

Pada perdagangan hari Jumat (21/1/2022), indeks utama Wall Street berakhir turun tajam. Hal ini dipicu saham Netflix yang jatuh setelah melaporkan pendapatan yang melambat selama tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, Senin (24/1), Dow Jones Industrial Average turun 450,02 poin atau 1,3 persen, menjadi 34.265,37. S&P 500 turun 84,79 poin atau 1,89 persen, menjadi 4.397,94. Nasdaq Composite turun 385,10 poin atau 2,72 persen, menjadi 13.768,92.

S&P 500 dan Nasdaq mencatat persentase penurunan mingguan terbesar sejak awal pandemi pada Maret 2020. Benchmark S&P 500 membukukan penurunan minggu ketiga berturut-turut, berakhir turun 8,3 persen dari rekor tertinggi awal Januari.

Penurunan juga semakin dalam untuk Nasdaq setelah indeks teknologi ditutup turun lebih dari 10 persen dari puncak November. Nasdaq tercatat turun 14,3 persen dari puncak November dan pada hari Jumat ditutup pada level terendah sejak Juni.

Saham Netflix jatuh 21,8 persen, membebani S&P 500 dan Nasdaq. Netflix memperkirakan pertumbuhan pelanggan yang lemah. Saham pesaing Walt Disney turun 6,9 persen, menyeret Dow, sementara Roku juga turun 9,1 persen.

“Ini benar-benar merupakan kelanjutan dari kekalahan teknologi,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management.

Untuk minggu ini, S&P 500 turun 5,7 persen, Dow turun 4,6 persen dan Nasdaq turun 7,6 persen. Dow jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, penurunan harian terpanjang sejak Februari 2020.

Masalah yang menurun melebihi jumlah yang meningkat di NYSE dengan rasio 4,26 banding 1; di Nasdaq, rasio 4,34 banding 1 mendukung penurunan.

Sekitar 14,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 10,4 miliar selama 20 sesi terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Hal tersebut dipenagruhi oleh kasus varian Omicron yang terus meningkat.

Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.671 dan level tertinggi 6.767 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Jumat (21/1), IHSG ditutup menguat ke level 6.726,37 atau naik 1,50 persen.

“Adanya tren terus meningkatnya korban baru akibat COVID-19 di mana selama 7 hari berjumlah 14729 orang terkena COVID-19 berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Senin ini,” tulis Edwin dalam risetnya, Senin (24/1).

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kenaikan jangka pendek dalam pergerakan IHSG masih terlihat akan berlanjut. Hal ini juga ditopang oleh rentang konsolidasi yang telah digeser ke arah yang lebih baik sehingga peluang IHSG masih cukup besar untuk meraih rekor tertinggi sepanjang masanya kembali.

Sementara itu, kembali tercatatnya capital inflow secara ytd serta kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data terlansir juga turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG.

“Sehingga hari ini IHSG masih berpotensi bergerak pada zona hijau,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).

 

Leave a Comment