Pada perdagangan Kamis (6/1/2022), Wall Street ditutup melemah. Turunnya saham teknologi memicu tiga indeks utama Wall Street merah.
Dikutip dari Reuters Jumat (7/1), Dow Jones Industrial Average turun 170,64 poin atau 0,47 persen, menjadi 36.236,47. Kemudian S&P 500 kehilangan 4,53 poin atau 0,10 persen, menjadi 4.696,05. Sementara Nasdaq Composite turun 19,31 poin atau 0,13 persen, menjadi 15.080,87.
Meski begitu, saham sektor keuangan justru naik sehari setelah pasar melakukan aksi jual akibat pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang memberi sinyal kenaikan suku bunga.
Indeks keuangan S&P 500 naik 1,6 persen, memperpanjang kenaikan kuat minggu ini. Sektor ekonomi lainnya juga naik. Energi naik 2,3 persen dan naik lebih dari 9 persen sejak 31 Desember.
Perbankan termasuk di antara yang berkinerja paling baik di antara keuangan, dengan indeks bank S&P 500, yakni naik 2,6 persen menyusul kenaikan benchmark hasil Treasury 10-tahun AS. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan margin keuntungan bagi bank dan keuangan perusahaan.
Saham Meta Platform melonjak 2,6 persen, dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Dow berakhir turun 0,5 persen dan sektor teknologi S&P 500 juga turun 0,5 persen.
Hasil pengumuman The Fed yang pasar kerja yang sangat ketat dan inflasi yang tidak mereda, membuat investor semakin gelisah. Apalagi menjelang laporan pekerjaan bulanan Jumat dari Departemen Tenaga Kerja AS.
“Kami memiliki laporan pekerjaan besok, yang terus menjadi area fokus pasar dalam hal perkembangan pasar tenaga kerja,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di Bank Wealth Management AS.
Netflix Inc berakhir turun 2,5 persen setelah J.P. Morgan memangkas target harga saham platform streaming film tersebut.
Volume di bursa AS adalah 11,10 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 10,4 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir perdagangan.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas hari ini. Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.555 dan level tertinggi 6.727 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Kamis (6/1), IHSG ditutup turun 0,13 persen ke level 6.653,35.
“IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick lower high dan higher low disertai stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan tren pelemahan,” tulis Dennies dalam risetnya, Jumat (7/1).
Menurutnya pergerakan IHSG masih dibayangi kekhawatiran keputusan The Fed yang akan agresif menaikkan suku bunga. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yang akan dicermati investor adalah rilis data cadangan devisa.
Senada, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG hari ini masih akan dibayangi oleh tekanan. Menurut William, potensi koreksi wajar masih cukup besar mengingat kondisi market regional dan global yang terlihat sedang berada dalam tekanan.
Dari dalam negeri, data perekonomian tentang cadangan devisa yang akan dilansir hari ini juga akan memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG. NT
Meski demikian, menurut William momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka pendek. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Analis saham MNC Sekuritas Edwin Sebayang memprediksi IHSG akan berada di level 6.604 hingga 6.700 hari ini. Dia juga merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dibeli investor biar cuan. Beberapa di antaranya:
1. AGII 1.460 – 1.610, secara teknikal bisa beli di 1.535 dan dilepas di harga 1.460.
2. ASII 5.400 – 5.950, secara teknikal bisa beli di 5.675 dan dilepas di harga 5.400.
3. ISAT 6.000 – 6.600, secara teknikal bisa dibeli di 6.300 dan dilepas di harga 6.000
4. JPFA 1.650 – 1.830, secara teknikal bisa dibeli di 1.470 dan dilepas di harga 1.650
5. MIKA 2.160 – 2.380, secara teknikal bisa dibeli di 2. 270 dan dilepas di harga 2.160