Pada hari perdagangan bursa saham pertama tahun ini, Senin (3/1/2022), indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average, membukukan rekor penutupan tertinggi. Naiknya saham di Tesla Inc (TSLA.O) dan saham perbankan menjadi penyebab kenaikan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Selasa (4/1), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 246,76 poin, atau 0,68 persen menjadi 36.585,06; S&P 500 (.SPX) naik 30,38 poin, atau 0,64 persen pada 4.796,56; dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 187,83 poin, atau 1,2 persen pada 15.832,80.
Produsen iPhone, Apple Inc menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar USD 3 triliun. Sahamnya berakhir naik 2,5 persen pada USD 182,01.
Sementara itu saham Tesla melonjak 13,5 persen setelah pengiriman kuartalan pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan analis. Tesla berhasil mengatasi kekurangan chip global karena meningkatkan produksi di China.
Kedua saham tersebut memberikan dorongan terbesar pada S&P 500. Di sisi lain para pengamat pasar mengatakan meredanya kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari varian Omicron tidak serta merta membuat pasar bergerak positif.
Di antara perkembangan terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengesahkan dosis ketiga vaksin Pfizer Inc (PFE.N) dan BioNTech untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun.
Ribuan sekolah di AS telah menunda jadwal pertemuan tatap muka setelah musim liburan. Mereka beralih ke pembelajaran jarak jauh karena varian Omicron naik tinggi.
Semua indeks utama Wall Street mengakhiri tahun 2021 dengan kenaikan bulanan, kuartalan, dan tahunan, mencatat kenaikan tiga tahun terbesar sejak 1999.
Sektor energi dan keuangan merupakan sektor yang memperoleh keuntungan tertinggi. Demikian juga sektor perbankan yang turut naik seiring peningkatan imbal hasil Treasury AS.
Sementara itu saham energi juga naik imbas meningkatnya harga minyak mentah dan prospek permintaan yang optimis. S&P 500 naik 27 persen pada tahun 2021 dan melaporkan 70 penutupan rekor tertinggi.
Sementara Dow naik 18,7 persen sepanjang 2011 dan Nasdaq naik 21,4 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,36 miliar saham.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan, Selasa (4/1). Pada perdagangan hari pertama di 2022, Senin (3/1), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 83,826 poin (1,27 persen) ke posisi 6.665,308.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, di awal tahun yang baru pergerakan IHSG terlihat sedang bergerak menguat. Peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar karena rentang konsolidasi telah berhasil digeser ke arah yang lebih baik.
“Kenaikan IHSG juga ditunjang oleh mulai adanya arus capital inflow yang kembali masuk ke dalam pasar modal Indonesia, hal tersebut juga menjadi salah satu sentimen yang dapat mendorong kembali naiknya IHSG pada hari ini, hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat,” ujar William dalam analisisnya, Selasa (4/1).
Adapun hari ini IHSG diprediksi bergerak di rentang 6.538 hingga 6.702. Saham-saham yang bisa dicermati yakni UNVR, AKRA, BBCA, TLKM, BBRI, GGRM, AALI, dan JSMR.
Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan, juga memprediksi IHSG akan berada di zona hijau hari ini ini. Secara teknikal, candlestick membentuk long white body disertai stochastic yang melebar setelah membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan.
“Investor masih optimis bursa saham akan didorong oleh January effect,” kata Dennies.
Dennies prediksi IHSG hari ini akan bergerak menguat dengan support 1 di level 6.608 dan resistance 1 di 6.699. Lalu, support 2 pada 6.551 dan resistance 2 pada 6.733. Beberapa saham yang bisa dicermati di antaranya ADRO, ANTM, dan TOWR.