BoE Naikkan Suku Bunga, Pound Meloncat

Bank of England (BoE) secara mengejutkan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan tersebut diambil lantaran lonjakan infeksi virus Corona dikhawatirkan akan semakin membuat inflasi Inggris melambung tinggi lebih dari satu dekade.

Kenaikan suku bunga BoE mendapat suara 8:1 dalam voting MPC. Silvana Tenreyro tercatat sebagai anggota MPC yang menolak kenaikan suku bunga. Para pembuat kebijakan mengatakan bahwa pengetatan yang lebih “sederhana” kemungkinan akan diperlukan, karena inflasi menuju puncaknya kemungkinan sekitar 6 persen pada bulan April mendatang.

BoE menjadi bank sentral mayor pertama yang menaikkan suku bunga semenjak pandemi. Kenaikan sebanyak 15 basis poin mengantarkan Rate BoE ke level 0.25% saat ini. Rate hike BoE bahkan lebih cepat daripada The Fed maupun bank sentral G7 lainnya.

Poundsterling merespon kenaikan suku bunga BoE tersebut dengan reli 0.8%. Sedangkan yield obligasi 10-tahunan Inggris meloncat 5 basis poin beberapa saat setelah rilis pengumuman BoE. Saat ini, trader memperkirakan kenaikan Rate Inggris bakal mencapai 1% pada September tahun depan. Sebaliknya, indeks saham FTSE 100 memangkas perolehan.

gbpusd

“Kenaikan (suku bunga BoE) selajutnya kemungkinan besar akan terjadi di bulan Februari,” prediksi Fabrice Montagne, ekonom Barclays. “Jika demkian, maka MPC juga bakal ambil ancang-ancang untuk menurunkan balance sheet-nya dengan mengeluarkan obligasi yang mulai jatuh tempo pada awal Maret dari portofolio.”

Antisipasi Rate Hike Lagi Di Bulan Februari

Pasar saat ini memperkirakan BoE akan menambah kenaikan suku bunga 20 basis poin di bulan Februari. Pasalnya, ada sinyal yang ditangkap dari rapat kemarin, bahwa peluang kenaikan suku bunga ke setengah persen mencapai 80%. Hal itu akan memungkinkan BoE untuk mengakhiri kebijakan reinvestasi mereka pada akhir 2022.

“Kekhawatiran terhadap inflasi mengalahkan kekhawatiran mengenai Omicron dalam rapat bank sentral Inggris di bulan Desember ini. Kebijakan tersebut ibarat pertaruhan. Ekonomi mungkin saja akan mengabaikan varian baru COVID, tetapi tak ada juga yang dapat memastikannya. Dengan asumsi bahwa virus tak akan memperlambat ekonomi secara signifikan, maka kami mengekspektasikan kenaikan selanjutnya akan terjadi pada bulan Mei. Adapula kemungkinan kecil kenaikan di bulan Februari.” kata Dan Hanson, analis Bloomberg Economics.

Leave a Comment