Wall Street Ditutup Melemah, Efek Omicron Menyebar Cepat di Inggris

PADA perdagangan Senin (13/12/2021), Wall Street berakhir lebih rendah. Karena, investor khawatir tentang varian virus corona Omicron menjelang pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini, saham Carnival Corp dan beberapa maskapai jatuh.

Saham terkait perjalanan kembali turun. Seperti diketahui varian Omicron menyebar lebih cepat dan menyumbang sekitar 40 persen dari total kasus COVID-19 di London dan setidaknya satu kematian di Inggris.

Norwegian Cruise Line Holdings, Carnival Corp dan Royal Caribbean Cruises semuanya merosot lebih dari 4 persen sementara indeks maskapai S&P 1500 turun sekitar 3 persen.

Sebagian besar dari 11 indeks sektor utama S&P 500 turun, hanya sektor-sektor defensif seperti kebutuhan pokok konsumen, utilitas dan real estate yang naik.

Dikutip dari Reuters, Selasa (14/12) Dow Jones Industrial Average turun 0,89 persen menjadi berakhir pada 35.651,61 poin, sementara S&P 500 kehilangan 0,91 persen menjadi 4.669,15 dan Nasdaq Composite turun 1,39 persen menjadi 15.413,28.

Meski menurun pada perdagangan kemarin, S&P 500 tetap naik sekitar 24 persen tahun ini. Saham Apple Inc turun 2,1 persen bahkan setelah J.P. Morgan menaikkan target harga pembuat iPhone ke level tertinggi di Wall Street.

Perusahaan ini hampir menjadi yang pertama di dunia yang mencapai nilai valuasi USD 3 triliun.

Investor mengharapkan nada yang semakin hawkish dari pertemuan dua hari Federal Reserve yang berakhir pada hari Rabu. Bank sentral AS diperkirakan akan memberi sinyal penghentian pembelian aset yang lebih cepat, yang juga dapat menjadi awal kenaikan suku bunga.

Jajak pendapat ekonom Reuters memperkirakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga dari mendekati nol menjadi 0,25 persen sampai 0,50 persen pada kuartal ketiga dan keempat tahun depan.

Saham Pfizer Inc naik 4,6 persen setelah setuju untuk mengakuisisi Arena Pharmaceuticals dalam kesepakatan tunai senilai USD 6,7 miliar. Saham Arena melonjak 80 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,4 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,4 miliar saham.

TERBATAS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam rentang terbatas hari ini, Selasa (14/12). Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 9,949 poin (0,15 persen) ke posisi 6.662,871.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pola gerak indeks saham hingga saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sisi perlambatan perekonomian yang masih terus menggelayuti sektor riil.

Masih minimnya sentimen serta belum kunjung adanya capital inflow yang melaju secara signifikan masuk ke pasar modal menjelang berakhirnya tahun 2021 turut memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG.

“Sehingga rentang konsolidasi terlihat belum akan ditinggalkan oleh IHSG, hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang yang cukup terbatas,” ujar William dalam risetnya, Selasa(14/12).

Dia memprediksi IHSG hari ini bergerak di rentang 6.572 hingga 6.689.

Berikut saham rekomendasi William:

– PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

– Pakuwon Jati Tbk (PWON)

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

– PT Perusahaan Prkbn Lndn Smtr Indnsa Tbk (LSIP)

– PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

– PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

 

 

Leave a Comment