Pada perdagangan Selasa (30/11/2021), indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah, setelah ada isyarat bahwa Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS akan mempercepat pengurangan pembelian obligasi (tapering off) karena risiko inflasi meningkat.
Dikutip dari Reuters, Rabu (1/12), S&P 500 kehilangan 87,25 poin, atau 1,87 persen, menjadi berakhir pada 4.568,02 poin, sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 239,43 poin, atau 1,52 persen, menjadi 15.543,40. Dow Jones Industrial Average turun 648,13 poin, atau 1,84 persen, menjadi 34.487,81.
Penurunan ini berbasis luas, dengan semua 11 sektor S&P utama turun. Layanan komunikasi memimpin penurunan pada sore hari. Karena harga minyak jatuh, energi juga berada di bawah tekanan sepanjang sesi.
Kepala eksekutif BioNTech mengatakan vaksin COVID-19 BioNTech dan Pfizer kemungkinan akan menawarkan perlindungan yang kuat terhadap varian baru, sementara CEO Moderna Inc mengatakan vaksin tidak mungkin seefektif terhadap varian baru seperti sebelumnya.
Sehingga, saham Moderna jatuh sementara Regeneron Pharmaceuticals Inc juga berada di bawah tekanan setelah mengatakan pengobatan antibodi COVID-19 dan obat serupa lainnya bisa kurang efektif melawan Omicron.
Saham sektor travel, dengan indeks S&P 1500 Airlines dan S&P 1500 Hotels, Restaurant and Leisure keduanya menurun karena kekhawatiran akan lebih banyak pembatasan perbatasan. Indeks Russell 2000 berkapitalisasi kecil juga turun.
Ketua The Fed Jerome Powell diketahui akan meninjau kembali jadwal untuk mengurangi program pembelian obligasi pada pertemuan berikutnya dalam dua minggu mendatang. Hal itu menambah tekanan ke pasar yang sudah gelisah tentang varian COVID-19 terbaru.
“Kontributor utama penurunan harga saham hari ini adalah komentar Powell, mengenai pertemuan Fed mendatang, tentang percepatan pengurangan program pembelian obligasi mereka, yang jelas mengarah pada prospek kenaikan suku bunga datang lebih cepat tahun depan,” kata kepala strategi investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini.
DIPREDIKSI TERTEKAN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan hari ini, Rabu (1/12). Pada perdagangan terakhir, Selasa (30/11), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 74,359 poin (1,13 persen) ke posisi 6.533.932
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang 6.521 – 6.696. Tertekannya IHSG karena masih minimnya sentimen yang dapat membooster pergerakan IHSG yang diakibatkan oleh perlambatan perekonomian.
“Gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG terlihat belum akan berakhir,” ujar William dalam risetnya, Rabu (1/12).
Sementara rilis tingkat inflasi hari ini akan memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG selanjutnya. Saham yang direkomendasikan William hari ini yakni ITMG, AALI, KLBF, CTRA, JSMR, BSDE, AKRA.
“Jelang rilis data perekonomian tingkat inflasi pada hari ini disinyalir masih berada dalam kondisi terkendali juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG,” kata dia.
Sementara Analis Binaartha Technical Research Ivan Rosanova memprediksi IHSG diperkirakan akan menyelesaikan koreksi di atas support krusial di level 6.480 untuk menjaga peluang melanjutkan momentum bullish.
“Hal ini berarti bahwa apabila IHSG menyentuh di bawah level 6.480 maka harusnya akan menjadi awal dari skenario bearish. Level support IHSG berada di 6.480, 6.464 and 6.375, sementara level resistennya di 6.652, 6.697 dan 6.754. Indikator MACD masih dalam kondisi bearish.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang direkomendasikan antara lain BBNI, PTBA, TINS, TKIM, UNVR.