Ketakutan Akan Varian Baru COVID-19, Yen Diborong Investor

Penemuan varian baru virus Corona yang berpotensi mampu melawan efektivitas vaksin saat ini, membuat para investor berlarian ke mata uang safe haven seperti Yen dan Franc Swiss. Di sesi perdagangan Jumat sore ini, USD/JPY mencatat penurun lebih dari satu persen akibat penguatan Yen. Pair tersebut diperdagangkan di 114.02, kembali ke level rendah 11 November.

uj

Yen yang awal pekan ini sempat jatuh ke posisi terendah lima tahun terhadap greenback, melonjak 1.3 persen di sesi sebelumnya. Sedangkan Euro jatuh mendekati posisi terendah 6-1/2 tahun terhadap franc Swiss di 1.044 franc per euro.

Volume perdagangan yang rendah sehubungan dengan tutupnya pasar AS dalam rangka libur Thanksgiving membuat pergerakan harga di pasar forex menjadi lebih volatile. Para trader segera mengempaskan posisi Long Dolar mereka dan melindungi posisi short dengan Yen.

Varian Baru COVID Hantui Para Investor

Pasar dikejutkan dengan kabar penemuan varian baru COVID-19 yang di wilayah Afrika Selatan, Boswana, dan Hong Kong. Kendati kasus infeksi yang beredar masih sedikit, tetapi para ilmuwan menganggap bahwa virus tersebut merupakan kombinasi yang tidak biasa dan dapat berkelit dari respon imun dan bersifat lebih menular.

“Pelarian (investor) ke Yen dan Franc dalam kondisi kabar varian baru virus Corona semacam ini adalah hal yang sudah lumrah. Mengingat likuiditas yang rendah, maka posisi short Dolar mungkin akan terakselerasi.” komentar Kenneth Borux dari Societe Generale London.

“Jika situasi COVID memburuk, maka dolar-yen bisa turun lebih jauh, tetapi jika tidak, divergensi kebijakan moneter pasti akan membebani yen dalam jangka menengah,” kata analis lain yang memprediksi dolar-yen akan menguat ke 116 dan di luar pada pertengahan tahun depan.

Perolehan yang didapatkan oleh yen, franc dan euro mendorong indeks Dolar, yang mengukur greenback terhadap mata uang tersebut dan tiga mata uang lainnya, turun lebih jauh dari 96.938 yang tercapai pada hari Rabu, tertinggi dalam hampir 17 bulan. Indeks Dolar terakhir diperdagangkan di 96,60, turun 0,2%.

Leave a Comment