Pada perdagangan Selasa (16/11/2021), indeks utama Wall Street ditutup naik. Pendapatan dari Home Depot dan data penjualan ritel yang menunjukkan pulihnya konsumen yang solid mendorong kenaikan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 54,77 poin atau 0,15 persen, menjadi 36.142,22. Kemudian S&P 500 naik 18,1 poin atau 0,39 persen menjadi 4.700,9. Nasdaq Composite naik 120,01 poin atau 0,76 persen, menjadi 15.973,86.
Data menunjukkan penjualan ritel melonjak 1,7 persen pada Oktober. Ini menjadi kenaikan terbesar sejak Maret dan di atas perkiraan 1,4 persen. Angka ini menunjukkan orang Amerika telah memulai belanja untuk liburan. Seperti Home Depot Inc melonjak 5,73 persen, menjadi rekor tertinggi.
“Ini membuat orang lega karena prospek ritel masih cukup cerah. Prospeknya adalah di mana harga naik tetapi belanja konsumen masih kuat dan sepertinya rantai pasokan tertekan tetapi kami masih bisa mendapatkan barang di rak,” kata Brian Jacobsen, ahli strategi investasi senior di Allspring Global Investments di Menomonee Falls, Wisconsin.
Sektor diskresioner konsumen S&P naik 1,38 persen dan merupakan kinerja terbaik dari 11 sektor utama S&P. Sementara indeks ritel S&P 500 naik 1,24 persen ditutup pada rekor tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut.
Walmart Inc, pengecer batu bata dan mortir terbesar, turun 2,55 persen. Ini menjadi penurunan harian terbesar sejak Mei, karena rantai pasokan mengurangi margin dan membebani sektor kebutuhan pokok konsumen.
Data lain pada hari itu menunjukkan output manufaktur AS melonjak ke level tertinggi dua setengah tahun di bulan Oktober.
Saham teknologi juga bergerak lebih tinggi, naik 1,07 persen. Sebagian terangkat oleh kenaikan perusahaan pembuat chip Qualcomm Inc, yang naik 7,89 persen setelah mengatakan pembuat mobil Jerman BMW akan menggunakan chipnya.
S&P 500 membukukan 80 saham baru tertinggi. Nasdaq Composite mencatat 152 saham tertinggi baru dan 189 terendah baru.
Volume di bursa AS mencapai 10,53 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,02 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini, Rabu (17/11). Pada perdagangan terakhir, Selasa (16/11), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 35,178 poin (0,53 persen) ke posisi 6.651,207.
Analis Binaartha Technical Research, Ivan Rosanova, memproyeksi IHSG berpeluang untuk lanjut menguat menuju resisten berikutnya di sekitar level 6.690.
“Level support IHSG berada di 6.597, 6.569 and 6.530, sementara level resistennya di 6.667, 6.690 dan 6.714. Indikator MACD menandakan kondisi bearish,” ujar Ivan dalam risetnya, Rabu (17/11).
Rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain ADRO, INKP, PGAS, PTBA, TKIM.
Sementara CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG hari ini akan bergerak di rentang 6.589 hingga 6.713. Dia mengatakan IHSG berpotensi terkonsolidasi hari ini.
“Potensi tekanan masih akan terlihat mengingat harga komoditas masih berpeluang mengalami tekanan dalam beberapa waktu mendatang, sehingga akan memberikan sentimen kurang terlalu baik terhadap emiten yang berkaitan dengan komoditas, dan hal ini tentunya dapat memberikan dampak terhadap pola gerak IHSG,” jelasnya.
Saham rekomendasi William yakni UNVR, AALI, GGRM, TLKM, ASII, CTRA, AKRA, dan BBNI.