Perseteruan Inggris-Uni Eropa Agak Reda, Pound Hentikan Penurunan

Pound Sterling berhasil menghentikan penurunannya di sesi perdagangan akhir pekan (13/November), setelah Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya berjanji untuk segera menemukan solusi praktis dalam mengatasi kisruh perdagangan dengan Inggris di Irlandia utara.

Sepekan ini, mata uang Inggris mengalami tekanan baru yang disebabkan oleh ketidaksepakatan perdagangan antara Inggris dengan Uni Eropa di perbatasan. Setelah Brexit, Inggris masih saja mengulur-ulur waktu penerapan Protokol Irlandia Utara. Negara yang memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa tersebut malah berniat mengubahnya.

Sikap Inggris tersebut tak ayal memicu kritik pedas dari para pejabat Uni Eropa. Kedua belah pihak memang masih melangsungkan negosiasi. Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini muncul rumor bahwa Inggris sedang bersiap-siap untuk memicu Pasal 16 dari Protokol Irlandia Utara pada akhir November.

Jumat kemarin, pejabat Komisi Eropa Maros Sefcovic mengatakan bahwa ada perubahan nada pembicaraan dari menteri Brexit Inggris David Frost yang disambut baik oleh Uni Eropa. Meski demikian, kemajuan serius masih diperlukan minggu depan.

Setelah pembicaraan itulah GBP/USD mendulang sedikit kenaikan. Pair tersebut diperdagangkan di 1.3415 meski masih di kisaran rendah 11 bulan. Terhadap Euro, Pound juga menunjukkan penguatan yang sama, dengan kenaikan 0.3% ke 85.39 pence. Pound mulai pulih setelah tumbang terhadap Euro di pekan pertama November ini.

“Pergerakan pound hari ini mencerminkan meredanya ketegangan Brexit dan penghapusan risiko penurunan ke narasi pertumbuhan yang sudah lesu,” kata Simon Harvey, seorang analis mata uang di Monex Eropa.

Tekanan signifikan juga dialami Sterling pekan lalu setelah Bank of England (BoE) mengecewakan pasar dengan tidak menaikkan suku bunga. Padahal, sinyal-sinyal yang mereka berikan sebelumnya mengarah pada Rate Hike.

Shaun Osborne, kepala strategi FX di Scotiabank, mengatakan bahwa Sterling menemukan beberapa dukungan pada hari Jumat karena investor membeli penurunan sterling (buy on dip). “Bargain-hunting terhadap GBP muncul di tengah ketidakpastian BoE.” kata Osborne.

Leave a Comment