Pada hari perdagangan Rabu (10/11/2021) Wall Street ditutup melemah tajam. Penyebabnya, harga konsumen yang melonjak dan kemudian memicu kekhawatiran gelombang inflasi yang berkepanjangan. Ketiga indeks saham utamanya jatuh.
Dikutip dari Reuters, Kamis (11/11), Dow Jones Industrial Average turun 240,04 poin, atau 0,66 persen menjadi 36.079,94, S&P 500 kehilangan 38,54 poin, atau 0,82 persen menjadi 4.646,71 dan Nasdaq Composite turun 263,84 poin, atau 1,66 persen menjadi 15.622,71.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan Indeks harga konsumen (CPI) naik sebesar 0,9 persen. Kenaikan ini lebih tinggi dari perkiraan dan merupakan kenaikan secara year on year (yoy) tercepat dalam 31 tahun terakhir.
Laporan tersebut mengisyaratkan bahwa seretnya pasokan global yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan gelombang inflasi. Kondisi ini pun dikhawatirkan bakal membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda daripada yang perkiraan banyak pihak termasuk Bank Sentreal Amerika Serikat, Federal Reserve.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, delapan ditutup merah, dengan sektor energi mencatatkan persentase kerugian terbesar sementara sektor utilisasi memimpin.
Sektor teknologi menjadi pembeban bagi indeks S&P 500, disebabkan penurunan saham jumbo seperti Apple Inc dan Microsoft Corp.
Musim pendapatan kuartal ketiga telah mencapai batas terakhir, dan dari perusahaan yang telah melaporkan, 81 persen telah mengalahkan ekspektasi.
Dalam perdagangan kemarin, saham Walt Disney Co turun lebih dari 4 persen setelah perusahaan melaporkan bahwa jumlah pelanggan streaming mereka menurun.
Sementara itu saham Tesla Inc naik 4,3 persen, setelah sebelumnya anjlok akibat jajak pendapat yang dilontarkan CEO Tesla Elon Musk di Twitter tentang apakah ia harus menjual 10 persen sahamnya di perusahaan yang ia dirikan tersebut.
Ini terjadi ketika produsen kendaraan listrik saingannya, Rivian Automotive Inc resmi menjadi perusahaan publik dan meraup dana segar USD 12 miliar. Sahamnya pun melonjak 29,1 persen. Platform perdagangan ritel Robinhood Markets Inc anjlok 6,0 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,72 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,89 miliar saham.
RENTANG TERBATAS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam rentang terbatas hari ini, Kamis (11/11). Pada perdagangan kemarin, Rabu (10/11), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 13,220 poin (0,19 persen) ke posisi 6.683.145.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pola gerak IHSG masih menunjukkan penguatan terbatas dengan upaya untuk mencatatkan rekor tertinggi. Namun masih berpotensi terjadi koreksi.
“Risiko potensi terjadinya koreksi jangka pendek masih cukup besar,” ujar William dalam risetnya.
William mengatakan, pergerakan harga komoditas yang fluktuatif turut memberikan dampak terhadap laju saham emiten-emiten yang berkaitan dengan komoditas dan membuat pasar bergerak lebih konsolidatif.
“Hari ini IHSG berpeluang bergerak dalam rentang terbatas,” lanjutnya. Dia memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 6.504 hingga 6.696 hari ini.
Berikut saham yang direkomendasikan William:
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
- PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
- PT Astra International (ASII)
- PT Wijaya Karya (WIKA)
- PT AKR Corporindo (AKRA)
- PT Kalbe Farma (KLBF)
- PT Bank Ina Perdana (BINA)