Wall Street Kompak Ditutup Melemah, Imbas Investor Khawatir Soal Inflasi

Pada perdagangan Selasa (9/11/2021), indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah. Penurunan disebabkan oleh aksi ambil untung dan kekhawatiran investor atas inflasi yang sedang berlangsung yang memicu aksi jual. Penurunan ini mengakhiri reli multi-hari dan rekor penutupan tertinggi berturut-turut.

Dikutip dari Reuters, Rabu (10/11), Dow Jones Industrial Average turun 112,24 poin, atau 0,31 persen menjadi 36.319,98, S&P 500 kehilangan 16,45 poin, atau 0,35 persen menjadi 4.685,25 dan Nasdaq Composite turun 95,81 poin, atau 0,6 persen menjadi 15.886,54.

Laporan harga produsen (PPI) Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa inflasi di AS terus meningkat. Hal ini disebabkan salah satunya oleh tersendatnya pasokan tenaga kerja, berakibat pada naiknya harga yang kini melampaui target inflasi tahunan yang ditetapkan The Fed yaitu rata-rata 2 persen.

Laporan CPI hari Rabu akan diteliti untuk mengetahui sejauh mana harga produsen bisa diterima konsumen rumah tangga. Seperti diketahui, pengeluaran rumah tangga menyumbang sekitar 70 persen dari ekonomi AS.

Lima dari 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi dengan warna merah, dengan sektor konsumen turun 1,4 persen, menjadi persentase penurunan terbesar. Sementara itu sektor Utilitas memimpin kenaikan sebanyak 0,4 persen.

Musim pelaporan pendapatan kuartal ketiga hampir berakhir. Sebanyak 445 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja mereka. Dari jumlah tersebut, 81 persen telah mengalahkan konsensus.

Saham General Electric Co melonjak 2,6 persen menyusul pengumuman bahwa perusahaan berusia 129 tahun tersebut akan dipecah menjadi tiga perusahaan publik yang terpisah untuk menyederhanakan bisnisnya.

Saham Tesla Inc jatuh 12,0 persen membebani sektor konsumen dan memperpanjang kerugian perseroan. Penurunan ini terjadi setelah bos Tesla, Elon Musk, membuat jajak pendapat di Twitter.

Elon meminta pendapat netizen soal rencananya yang akan menjual sepersepuluh saham Tesla miliknya. Tak disangka sebanyak 57,9 persen suara mendukung ide tersebut. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan apakah Musk melanggar kesepakatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Di sisi lain, saham Aplikasi perdagangan saham ritel online Robinhood Markets Inc melaporkan adanya pelanggaran keamanan yang mempengaruhi sekitar 5 juta pelanggan. Hal ini membuat sahamnya merosot turun 3,4 persen.

Sementara itu saham pembuat video game Zynga Inc melonjak 9,4 persen dan saham homebuilder D.R. Horton naik 5,2 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,02 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,76 miliar saham.

ZONA MERAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah mengawali perdagangan Rabu (10/11). IHSG dibuka turun 4,98 poin (0,07 persen) ke 6.664,94.

Pada perdagangan pre-opening, indeks harga saham turun 4,37 poin (0,07 persen) ke level 6.665,54.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak menguat terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.55 WIB berada di Rp 14.249,50 atau menguat 10,50 poin (0,07 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 55,57 poin (0,19 persen) ke 29.220,42

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 20,29 poin (0,08 persen) ke 24.818,71

Indeks SSE Composite di China turun 22,55 poin (0,71 persen) ke 3.484,26

Indeks Straits Times di Singapura turun 23,60 poin (0,73 persen) ke 3.220,58.

 

 

Leave a Comment