Dibebani Saham Teknologi, Wall Street Ditutup Melemah 

Pada perdagangan Jumat (30/7/2021), tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah. Saham Amazon.com yang turun setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan penjualan yang lebih rendah menjadi penyebab pelemahan tersebut. Meski demikian, indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan dalam enam bulan berturut-turut.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/8), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 149,06 poin, atau 0,42 persen menjadi 34.935,47. Sedangkan S&P 500 (.SPX) kehilangan 23,89 poin, atau 0,54 persen menjadi 4.395,26 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 105,59 poin, atau 0,71 persen menjadi 14.672,68.

Pada perdagangan Jumat lalu, saham Amazon.com Inc (AMZN.O) merosot 7,6 persen—penurunan persentase harian terbesar sejak Mei 2020—setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal kedua yang jauh dari perkiraan rata-rata analis. Perusahaan bahkan mengatakan pertumbuhan penjualan diprediksi akan berkurang dalam beberapa kuartal berikutnya.

Saham raksasa internet dan teknologi lainnya yang berkinerja baik selama masa pembatasan tahun lalu, termasuk induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O), kini sebagian besar juga ditutup melemah.

Di sisi lain, data menunjukkan indeks belanja konsumen AS pada bulan Juni mengalami kenaikan di atas prediksi. Meskipun inflasi tahunan justru meningkat lebih jauh di atas target Federal Reserve yaitu sebesar 2 persen.

Sepanjang Juli 2021, S&P 500 naik 2,3 persen, Dow naik 1,3 persen dan Nasdaq bertambah 1,2 persen. Sedangkan untuk minggu terakhir di bulan Juli, ketiga indeks utama kompak membukukan penurunan.

Penghasilan yang kuat dan rebound yang berkelanjutan dalam ekonomi AS telah membantu mendukung laju saham sepanjang bulan Juli. Tetapi penyebaran cepat varian Delta dari virus corona dan meningkatnya inflasi menjadi sentimen negatif.

Dari sisi pendapatan, saham produsen Pampers Procter & Gamble Co (PG.N) naik 2 persen karena memperkirakan pendapatan inti yang lebih tinggi untuk tahun ini. Sementara itu saham Restaurant Brands International Inc melonjak 5,1 persen setelah pemilik brand Burger King tersebut membukukan laba kuartalan di atas perkiraan.

Saham Pinterest Inc (PINS.N), tercatat jatuh 18,2 persen setelah mengatakan pertumbuhan jumlah pengguna di AS melambat. Menurunnya jumlah pengguna disebabkan karena orang-orang yang biasanya menggunakan platform untuk kerajinan dan proyek DIY tersebut, memilih melakukan aktivitas lain.

Saham Caterpillar Inc (CAT.N) juga jatuh, berakhir turun 2,7 persen meskipun perusahaan membukukan kenaikan laba pada kuartal kedua didukung oleh pemulihan aktivitas ekonomi global.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,86 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,74 miliar saham.

ZONA HIJAU

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau mengawali perdagangan Senin (2/8). IHSG saat pra perdagangan (pre-opening) menguat 27,969 poin (0,46 persen) ke 6.098,008.

Setelah dibuka tepat pukul 09.00 WIB, laju indeks saham naik 32,399 poin (0,53 persen) hingga level 6.102,438.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.55 WIB berada di Rp 14.462,50 atau menguat 20,00 poin (0,14 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 469,13 poin (1,72 persen) ke 27.752,72
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 36,72 poin (0,14 persen) ke 25.997,75
  • Indeks SSE Composite di China turun 11,65 poin (0,34 persen) ke 3.385,71
  • Indeks Straits Times di Singapura turun 11,33 poin (0,36 persen) ke 3.155,61.

 

 

Leave a Comment