Wall Street Ditutup Melemah, Imbas Investor Khawatir soal Varian Delta

Pada perdagangan Jumat (16/7/2021),  indeks utama Wall Street ditutup melemah. Penurunan saham Amazon, Apple dan saham teknologi besar lainnya yang menyebabkan pelemahan tersebut. Di sisi lain, investor juga khawatir tentang peningkatan kasus virus corona varian Delta yang menular sangat cepat.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,86 persen menjadi berakhir pada 34.687,85 poin, sedangkan S&P 500 (.SPX) turun 0,75 persen menjadi 4.327,16. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,8 persen menjadi 14.427,24.

Untuk pekan kemarin, S&P 500 turun sekitar 1 persen, Dow turun 0,5 persen dan Nasdaq merosot 1,9 persen.

Pada hari Jumat, pejabat kesehatan setempat mengatakan kasus virus corona di AS naik 70 persen dari minggu sebelumnya, dengan kematian naik 26 persen.

“Covid mulai mempengaruhi pasar, ironisnya, untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu, ketika perdagangan dibuka kembali,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Saham Amazon (AMZN.O) dan Apple turun lebih dari 1 persen. Sementara saham Nvidia (NVDA.O) kehilangan 4,2 persen. Membuat ketiga perusahaan tersebut berkontribusi terhadap penurunan S&P 500 dan Nasdaq.

Indeks sektor teknologi S&P 500 (.SPLRCT) kehilangan hampir 1 persen turun. Sementara indeks utilitas (.SPLRCU) menguat 1 persen dan indeks real estat (.SPLRCR) naik tipis 0,1 persen dan menyentuh rekor intraday tertinggi.

Musim pendapatan kuartal kedua dimulai pekan ini m dengan rilis laporan keuangan dari perusahaan Netflix (NFLX.O), Johnson & Johnson (JNJ.N), Verizon Communications (VZ.N), AT&T (TN) dan Intel (INTC.O).

Analis rata-rata mengharapkan pertumbuhan 72 persen dalam laba per saham untuk perusahaan S&P 500.

Saham Moderna Inc (MRNA.O) melonjak 10,3 persen ke rekor tertinggi setelah Indeks S&P Dow Jones mengatakan produsen obat tersebut akan bergabung dengan indeks S&P 500 (.SPX) pada awal perdagangan pada 21 Juli, menggantikan Alexion Pharmaceuticals (ALXN.O).

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,3 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,3 miliar saham.

ZONA MERAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah mengawali perdagangan Senin (19/7). IHSG dibuka turun 21,614 poin (0,36 persen) ke level 6.050,896.

Pada perdagangan preopening, indeks harga saham turun 9,54 poin (0,16 persen) ke level 6.062,97.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 09.00 WIB berada di Rp 14.497,50 atau melemah 15,00 poin (0,10 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 381,21 poin (1,36 persen) ke 27.621,87

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 483,95 poin (1,73 persen) ke 27.520,73

Indeks SSE Composite di China turun 15,28 poin (0,43 persen) ke 3.524,02

Indeks Straits Times di Singapura turun 32,25 poin (1,02 persen) ke 3.120,03.

 

 

Leave a Comment