Ketidakpastian Pemulihan Ekonomi AS Sebabkan Wall Street Ditutup Merah

Pada perdagangan Kamis (8/7/2021), indeks utama Wall Street ditutup melemah. Ketidakpastian laju pemulihan ekonomi AS menyebabkan indeks S&P 500 dan Nasdaq tercatat menurun.

Dikutip dari Reuters, Jumat (9/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 259,86 poin, atau 0,75 persen menjadi 34.421,93, S&P 500 (.SPX) kehilangan 37,31 poin, atau 0,86 persen menjadi 4.320,82 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 105,28 poin, atau 0,72 persen menjadi 14.559,79.

Sektor transportasi di indeks Dow (.DJT) melemah hingga 3,3 persen, menjadikan penurunan harian terbesar sejak Oktober lalu. Sebelumnya pada hari Rabu, Federal Reserve AS merilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbarunya. Kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa bank sentral AS belum percaya ekonomi telah sepenuhnya pulih. Di sisi lain, mulai muncul perdebatan soal kebijakan pengetatan.

Sinyal perlambatan dalam pemulihan ekonomi AS tersebut membuat para investor menutup posisi jual di pasar obligasi. Hasil benchmark 10-tahun Treasury note AS turun untuk sesi kedelapan berturut-turut. Sebanyak 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor keuangan (.SPSY) membukukan persentase kerugian terbesar.

Jumlah pekerja AS yang mengajukan permohonan pertama kali untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga juga meningkat hingga 373.000 minggu lalu. Hal ini menjadi tanda bahwa pemulihan pasar tenaga kerja AS masih fluktuatif.

Tindakan keras Beijing yang sedang berlangsung terhadap perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS juga membuat beberapa saham menurun. Setelah menghapus aplikasi ride-hailing terbesar, Didi Global Inc, pemerintah China kini memperluas pengawasannya terhadap perusahaan-perusahaan mereka yang terdaftar di AS di luar sektor teknologi. Saham Didi turun 5,9 persen, sementara Alibaba Group dan Bidu Inc masing-masing turun 3,9 persen dan 3,7 persen.

Adapun bank-bank besar akan memulai melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua mereka mulai minggu depan. Analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan year on year secara agregat akan menyentuh 65,4 persen. Angka ini naik dari proyeksi awal kuartal ketika perbankan diperkirakan tumbuh 54 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,56 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,65 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 5.913 dan level tertinggi 6.123 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Kamis (8/7), IHSG ditutup melamah ke level 6.039,89 atau turun 0,07 persen.

“Pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas. Belum terlihat adanya booster yang dapat mendorong kenaikan IHSG dalam beberapa waktu mendatang,” tulis William dalam risetnya, Jumat (9/7).

Menurut William, minimnya sentimen ditambah roda perekonomian yang masih melambat menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal Indonesia. Meski demikian, William mengatakan momentum tekanan dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Astra International Tbk (ASII)
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

 

 

Leave a Comment