Saham Perbankan Rontok, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Selasa (06/7/2021), indeks utama Wall Street bervariasi. Sektor keuangan dan perbankan memimpin penurunan, Dow dan S&P 500 jatuh, sementara Nasdaq naik tipis.

Melansir Reuters, Rabu (7/7/2021), Dow Jones Industrial Average turun 208,98 poin atau 0,6 persen menjadi 34.577,37, indeks S&P 500 kehilangan 8,8 poin atau 0,20 persen menjadi 4.343,54, dan Nasdaq menambahkan 24,32 poin atau 0,17 persen menjadi 14.663,64.

Saham sektor perbankan S&P 500 turun 2,5 persen, karena US Treasury menguat, dengan imbal hasil tenor sepuluh tahun mencapai level terendah sejak 24 Februari. Data juga menunjukkan aktivitas industri jasa AS tumbuh pada kecepatan sedang di Juni, yang kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku.

Dow memimpin penurunan hari ini. Sektor keuangan merosot 1,6 persen dan menjadi bobot terbesar pada penurunan S&P 500, diikuti saham energi.

Selain itu, investor pun menambah kewaspadaan terhadap tindakan keras peraturan Beijing. Hal ini mendorong aksi jual saham beberapa perusahaan China yang terdaftar di AS, termasuk Didi Global Inc.

Saham DiDi Global turun 19,6 persen setelah regulator China pada akhir pekan lalu memerintahkan agar aplikasi itu menghentikan akuisisi pelanggan baru karena isu keamanan data pengguna. Padahal perusahaan platform transportasi, komputasi, dan teknologi ini baru saja listing senilai USD 4,4 miliar di New York Stock Exchange.

Cyberspace Administration of China (CAC) mengeluarkan perintah karena percaya bahwa DiDi mengumpulkan informasi pribadi penggunanya, yang melanggar hukum dan peraturan Tiongkok. Saat ini, aplikasi itu tidak lagi diizinkan untuk diunduh di China. Perusahaan pun menyebut pendapatannya akan terpukul di negara itu.

Selain itu, perusahaan e-commerce China lainnya yang terdaftar di AS juga turun, termasuk Alibaba Group turun 2,8 persen dan Baidu turun 5 persen.

Volume di bursa saham AS adalah 10,12 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 10,8 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.008 dan level tertinggi 6.099 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (6/7), IHSG ditutup menguat ke level 6.047,11 atau naik 0,69 persen.

“Awan mendung masih menutupi Bursa Indonesia Rabu ini seiring cukup banyaknya sentimen negatif yang hilir-mudik di market,” tulis Edwin dalam risetnya, Rabu (7/7).

Beberapa sentimen negatif yaitu turunnya Indeks DJIA sebesar minus 0,60 persen disusul jatuhnya EIDO cukup dalam sekitar minus 1,98 persen. Selain itu harga beberapa komoditas juga turun antara lain Oil turun 3,12 persen, Coal turun 1,85 persen, CPO turun 0,86 persen, Timah turun 0,41 persen dan Nikel turun 2,22 persen. Selain itu menurut Edwin, investor asing yang terus membukukan net sell serta kasus COVID-19 yang terus naik juga semakin menahan laju IHSG.

“Semakin bertambahnya korban COVID-19 hari demi hari baik yang terjangkit dan meninggal,” ujarnya.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG justru akan melanjutkan penguatan. Secara teknikal IHSG kembali kuat rebound pada level support MA5 dan whipsaw pada level MA20. Pergerakan selanjutnya berpotensi menguji bearish trend dan resistance 6062 sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

Indikator stochastic dan RSI bergerak pada momentum bullish mengiringi pergerakan MACD yang menjenuh dan berpotensi cross over pada histogram yang mulai bergerak positif. “Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan Lanjar:

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corpindo Tbk (AKRA), PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

 

 

 

Leave a Comment