Didorong Kenaikan Saham Tesla, Wall Street Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2021), indeks utama Wall Street bervariasi. Saham Tesla mendorong kenaikan Nasdaq. Sementara meskipun data manufaktur mencetak rekor tertinggi di bulan ini, Dow dan S&P 500 merosot.

Melansir Reuters, Kamis (24/6), Dow Jones Industrial Average turun 0,21 persen menjadi berakhir pada 33.874,24 poin dan S&P 500 kehilangan 0,11 persen menjadi 4.241,84. Sementara Nasdaq naik 0,13 persen menjadi 14.271,73.

Sepanjang tahun ini, S&P 500 naik sekitar 13 persen, Nasdaq dan Dow naik sekitar 11 persen.

Tesla melonjak 5,3 persen, setelah pembuat kendaraan listrik itu mengatakan membuka stasiun pengisian tenaga surya dengan penyimpanan daya berada di ibu kota Tibet Lhasa, fasilitas pertama di China. Hal ini memangkas kerugian saham pada tahun 2021 menjadi sekitar 7 persen.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menegaskan kembali niat bank sentral untuk tidak menaikkan suku bunga terlalu cepat, yang hanya berdasarkan ketakutan inflasi.

Komentar Powell itu memberikan sedikit harapan, setelah minggu lalu Bank Sentral AS itu menyatakan akan menaikkan suku bunga di 2023, lebih cepat dari yang diantisipasi. Sejak itu, saham-saham teknologi besar seperti Tesla dan Nvidia, menguat dan mengungguli saham-saham bernilai, seperti bank dan perusahaan material.

Sementara itu, IHS Markit melaporkan Indeks Manufaktur AS naik ke angka 62,6 bulan ini, mengalahkan perkiraan 61,5. Namun produsen masih berjuang untuk mengamankan bahan baku dan pekerja, membuat kenaikan sejumlah harga.

Delapan dari sebelas indeks sektor S&P turun, dengan utilitas turun sekitar 1 persen dan memimpin jalan lebih rendah, diikuti oleh penurunan 0,6 persen pada sektor material.

Pada saham ‘meme,’ perusahaan perangkat lunak Alfi Inc jatuh 26 persen setelah lebih dari dua kali lipat nilainya di sesi sebelumnya. Sementara Torchlight Energy Resources Inc merosot 30 persen, setelah mengumumkan penawaran saham yang ditingkatkan.

Volume di bursa AS adalah 9,3 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,1 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 5.982 dan level tertinggi 6.065 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (21/6), IHSG ditutup melemah ke level 6.034,54 atau turun 0,86 persen.

“Secara teknikal IHSG false break bearish trendline dan resistance 6100 pada pergerakan yang menguji support MA5 dan MA20. Indikator stochastic dan RSI bergerak melandai dengan MACD yang masih terpantau bearish. Sehingga diperkirakan IHSG masih bergerak cukup berat dengan potensi kembali tertekan,” tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis (24/6).

Sementara itu, Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan kondisi IHSG saat ini sangat dipengaruhi oleh sisi perlambatan ekonomi yang masih terus menggelayuti sektor riil. Hal inilah yang menurut William membuat kinerja emiten disinyalir belum akan membaik dengan cepat.

Ditambah dengan minimnya sentimen serta belum adanya capital inflow yang masuk ke pasar modal. Menurut William, rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan oleh IHSG. “Potensi penurunan terlihat lebih besar dibanding keinginan naik, IHSG berpotensi melemah,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

 

 

Leave a Comment