Pada perdagangan Senin (7/6), indeks utama Wall Street, S&P 500 mengakhiri di zona merah. Sikap investor yang masih menunggu keputusan tentang tarif pajak minimum bagi perusahaan global, kekhawatiran akan inflasi, dan minimnya sentimen penggerak pasar menjadi penyebabnya.
Dikutip dari Reuters, Selasa (8/6) Dow Jones Industrial Average turun 126,15 poin, atau 0,36 persen menjadi 34.630,24. Sedangkan S&P 500 kehilangan 3,37 poin, atau 0,08 persen menjadi 4.226,52 dan Nasdaq Composite bertambah 67,23 poin, atau 0,49 persen menjadi 13.881,72.
Dalam perdagangan kemarin terpantau bahwa saham-saham kecil justru bergerak menguat. Contohnya saham AMC Entertainment Holdings melonjak 14,8 persen, setelah pada minggu sebelumnya saham tersebut mengalami kenaikan 85 persen.
Ada juga saham lelucon alias saham meme, GameStop Corp dan saham Blackberry Ltd yang tercatat masing-masing naik 7 persen dan 14 persen
Di sisi lain, negara-negara maju yang tergabung dalam G7 pada hari Sabtu lalu sepakat untuk menetapkan tarif pajak minimum untuk perusahaan global yaitu sebesar 15 persen. Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen menyebutkan bahwa kesepakatan ini sebagai sebuah komitmen signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Saham Biogen Inc melonjak 38,3 persen setelah Food and Drug Administration menyetujui aducanumab obat penyakit Alzheimer. Saham operator pusat data QTS Realty Trust juga melonjak 21,2 persen di tengah laporan kesepakatan pengambilalihan oleh perusahaan investasi Blackstone Group senilai USD 6,7 miliar.
Kabar baik datang dari operator pelayaran, Royal Caribbean, yang mengumumkan bahwa enam kapalnya akan mulai berlayar dari pelabuhan Florida dan Texas pada bulan Juli dan Agustus. Kabar tersebut membuat saham perseroan naik 0,4 persen. Sementara perusahaan pesaingnya, Carnival dan Norwegian Cruise Line masing-masing sahamnya naik 1,1 persen dan 3,1 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,52 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,71 miliar saham.