Pada perdagangan Kamis (3/6/2021), Indeks saham Wall Street ditutup melemah. Seiring dengan kekhawatiran investor akan inflasi dan kenaikan pajak perusahaan, saham-saham teknologi menyeret indeks S&P dan Nasdaq.
Mengutip laporan Reuters, saham Dow Jones Industrial Average turun 23,34 poin, atau 0,07 persen, menjadi 34.577,04, indeks saham S&P 500 turun 15,27 poin, atau 0,36 persen, pada 4.192,85 dan indeks saham Nasdaq Composite turun 141,82 poin, atau 1,03 persen, menjadi 13.614,51.
Secara keseluruhan, S&P 500 naik 11,6 persen untuk tahun ini dan sekitar 1 persen dari rekor tertingginya.
“Tingkat dan inflasi yang lebih tinggi adalah jenis kesepakatan yang sedang diperhatikan investor saat ini,” kata Chuck Carlson, chief executive officer at Horizon Investment Services in Hammond, Indiana.
“Jika terjadi kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, itu akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan saham,” lanjutnya.
Selain itu, saham-saham sektor energi naik 0,3 persen dan sektor keuangan naik 0,2 persen. Sementara itu, saham General Motors Co naik 6,4 persen, setelah pabrik mobil itu memperkirakan laba semester pertama jauh lebih baik dari perkiraan sebelumnya.
Perdagangan hiruk pikuk di sektor ritel masih berlanjut, saham AMC Entertainment turun 17,9 persen setelah operator jaringan bioskop mengatakan telah menyelesaikan penawaran saham yang diumumkan pada hari sebelumnya.
Adapun indeks saham S&P 500 membukukan level tertinggi sebanyak 39 kali dalam 52-minggu dan tidak ada posisi terendah baru. Indeks Nasdaq Composite mencatat 93 tertinggi baru dan 31 terendah baru.
Terjadi transaksi sekitar 12,5 miliar saham di bursa AS, di atas rata-rata harian sekitar 10,8 miliar selama 20 sesi terakhir.