Mulai dari billboard hingga poster, iklan bisa ditemukan di mana saja. Iklan juga bisa merusak pemandangan bagi siapa saja. Namun, bagi masyarakat yang menjadi target iklan tersebut, iklan juga bisa menghadirkan resiko kesehatan masyarakat. Maksudnya? Apakah dampak iklan outdoor bisa merusak kesehatan? Di suatu hari, sekelompok demonstran bermasker menggali sebidang lahan dekat sebuah jalan yang sibuk di Bristol, Inggris. Rumah-rumah warga memenuhi pinggiran jalan di mana mereka berkumpul. Sementara itu, di seberang jalan terdapat sederet bangunan industri dan sungai.
Para demonstran tersebut tampak kecil di bawah sebuah billboard raksasa yang berisi logo perusahaan periklanan outdoor terbesar di dunia, yakni JCDecaux. Situs tersebut dikenal akrena billoard digital yang besar dengan desain baru. Iklan-iklan outdoor tersebut memancing kemarahan para demonstran, yang sebagian besar merupakan anggota Adblock Bristol, sekelompok orang yang melakukan advokasi untuk pengurangan dampak iklan outdoor terhadap masyarakat.

Sejumlah penduduk lokal yang melihat kelompok ini bersikap apatis. Mungkin maknaya, “saya tidak begitu menentangnya,’ saat mereka melihat protes tersebut dari kejauhan. Penduduk justru ragu apakah cahaya-cahaya yang terang dari billboard tersebut dapat membawa cahaya yang positif terhadap penduduk kelas pekerja di daerah tersebut. Kelompok anti-iklan ini tampak seperti sebuah kelompok niche. Mereka melakukan itu untuk memperjuangkan kemanusiaan dan alam. Mereka ingin tempat-tempat kosong di kota dimanfaatkan untuk taman, bukan untuk keperluan konsumsi sejumlah kelompok tertentu.
Dampak Iklan Ourdoor: Motif Kelompok Anti-Iklan
Namun, keinginan menciptakan suatu ruang publik yang lebih indah bukanlah satu-satunya faktor yang menggerakkan sejumlah orang untuk menolak keberadaan iklan-iklan outdoor yang terlihat sangat kentara. Sebenarnya, penolakan ini tidak hanya terjadi di Bristol, namun juga di sejumlah kota lainnya di dunia. Berikut adalah beberapa dampak iklan outdoor yang berujung pada penolakan di beberapa kota:
Bahaya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Bukti menunjukkan bahwa masyarakat dari kelompok penghasilan rendah dibombardir dengan iklan yang lebih banyak dan lebih berbahaya dibanding masyarakat di lingkungan elite. Oleh sebab itu, banyak orang yang mengkhawatirkan bahaya iklan outdoor terhadap kesehatan masyarat. Daerah-daerah yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah memang memiliki lebih banyak ruang kosong dan harga lahan juga murah.
Memperdalam Ketimpangan
Banyak orang menganggap kalau iklan outdoor menyakitkan mata. Namun, kelompok anti-iklan ini memandang efek iklan terbuka ini jauh lebih mendalam. Misalnya, memicu beban mental dan pengeluaran di luar kemampuan masyarakat, serta memperburuk dampak konsumsi yang berlebihan terhadap lingkungan. Inilah yang memicu munculnya gerakan anti-iklan yang melibatkan kerjasama sejumlah kelompok, seperti psikolog, pecinta lingkungan, para aktivis ruang publik, dan para seniman.
Dampak bagi Kesehatan Anak
Gerakan ini ternyata juga sejalan dengan apa yang ditemukan para peneliti kesehatan masyarakat, seperti pada kasus iklan junk-food atau makanan cepat saji. Seorang peneliti kesehatan masyarakat dari Cambridge University bernama Jean Adams melakukan penelitian tentang bagaimana iklan dapat mempengaruhi perilaku kesehatan secara tidak seimbang. Iklan makanan mempengaruhi makanan apa yang disukai anak-anak.
Sayangnya, banyak iklan yang mempromosikan makanan yang kurang sehat bagi anak-anak. Jadi, iklan tersebut berpengaruh terhadap pola makan yang kurang sehat. Kelak, pola makan yang tidak sehat ini dapat meningkatkan resiko obesitas dan penyakit lainnya yang dipicu oleh makanan kaya kalori dan kaya gula.
Dampak Iklan Ourdoor: Mengapa di Daerah dengan Status Ekonomi Rendah?
Selanjutnya, sebuah studi yang dilakukan di empat kota di Amerika Serikat menemukan bahwa iklan ternyata dua hingga empat kali lipat lebih tinggi di daerah-daerah yang dihuni penduduk berpenghasilan lebih rendah. Hal ini terjadi karena harga tanah lebih murah. Sebaliknya, daerah-daerah yang dihuni penduduk berpenghasilan tinggi identik dengan harga tanah yang sangat mahal, sehingga sulit untuk mendapatkan izin untuk mendirikan iklan di sana.
Izin iklan biasanya lebih mudah didapat di lahan-lahan yang dikuasai pribadi, kecuali di lahan yang dimiliki warga negara dengan motiavasi tertentu atau terkait dengan politik tertentu. Daerah-daerah yang penduduknya berpenghasilan lebih rendah justru lebih banyak dipenuhi iklan billoard makanan yang kurang sehat. Misalnya, sebuah studi di Newcastle menemukan bahwa 20% lahan iklan digunakan untuk iklan makanan, di mana produk KFC paling mendominasi. Selain itu, makanan-makanan rendah nutrisi kaya kalori ini lebih murah.
Jadi, bukan suatu kebetulan jika penduduk dengan daya beli rendah justru lebih banyak terpapar oleh iklan makanan-makanan yang kurang sehat. Selain itu, iklan outdoor lebih banyak di lingkungan yang dihuni oleh penduduk dari ras minoritas tertentu, seperti penduduk kulit hitam di New York City. Justri, iklan outdoor jarang ditemukan di daerah-daerah yang dihuni penduduk kulit putih berpenghasilan tinggi, sehingga mereka lebih terlindung dari iklan produk-produk yang dapat memicu obesitas.
Dampak iklan outdoor memang terdengar kontras, namun setidaknya itulah yang ditemukan sejumlah penelitian. Temukan pembahasan lebih lanjut pada post berikutnya.
Tagged With : bisnis ramah lingkungan • manajemen bisnis