Indeks S&P 500 Berakhir di Zona Merah, Wall Street Ditutup Variatif

PADA perdagangan Senin (29/3/2021), salah satu indeks utama Wall Street, S&P 500, berakhir di zona merah. Akibat adanya potensi kerugian yang disebabkan default dana lindung nilai dalam transaksi margin membuat saham perbankan tergelincir hingga terjadi pelemahan pada S&P 500.

Dikutip dari Reuters, Selasa (30/3), indeks Dow Jones Industrial Average naik 98,49 poin, atau 0,3 persen menjadi 33.171,37. Sedangkan S&P 500 anjlok 3,45 poin, atau 0,09 persen menjadi 3.971,09 dan Nasdaq Composite turun 79,08 poin, atau 0,6 persen menjadi 13.059,65.

Dow berakhir lebih tinggi terkerek saham produsen pesawat Boeing Co yang naik 2,3 persen setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan maskapai penerbangan berbiaya murah AS, Southwest Airlines Co untuk varian pesawat 737 MAX.

Seperti diketahui Nomura dan Credit Suisse mengatakan mereka menghadapi kerugian miliaran dolar setelah dana lindung nilai AS yaitu Archegos Capital, gagal bayar. Kondisi ini membuat investor gelisah tentang perbankan mana lagi yang akan bernasib sama.

Saham bank-bank besar AS dan bahkan bank regional juga ikut melemah. Indeks saham KBW Nasdaq Bank berakhir menurun 2,3 persen setelah jatuh hampir 3,5 persen selama sesi perdagangan.

Di sisi lain, optimisme tentang proses vaksinasi yang cepat dan dana stimulus, mendorong Dow dan S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi pekan lalu. Kondisi ini membantu menjaga pasar tetap optimistis.

Adapun sederet saham yang terkait dengan Archegos juga mengalami penurunan seperti saham Discovery Inc, ViacomCBS, saham Baidu dan VIPShop yang terdaftar di AS, semuanya memperpanjang kerugian baru-baru ini.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,02 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 13,6 miliar saham.

 

Leave a Comment