Khawatir Stimulus Corona Joe Biden Terhambat, Wall Street Bervariasi

Indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan di awal pekan ini. Investor khawatir RUU stimulus fiskal Joe Biden akan terhambat oleh Senat AS, hal ini pun mengurangi optimisme musim laporan pendapatan perusahaan di minggu ini.

Dilansir dari Reuters, Selasa (26/1), Dow Jones Industrial Average turun 36,98 poin atau 0,12 persen menjadi 30.960, indeks S&P 500 naik 13,89 poin atau 0,36 persen menjadi 3.855,36, dan Nasdaq bertambah 92,93 poin atau 0,69 persen menjadi 13.635,99.

Investor mengalihkan fokus mereka ke Senat AS, yang bertujuan untuk mengesahkan undang-undang bantuan corona sebelum persidangan pemakzulan mantan Donald Trump dimulai pada awal Februari.

Saham bergerak lebih rendah setelah Pimpinan Mayoritas Senat, Chuck Schumer, memperingatkan RUU stimulus mungkin tidak lolos selama empat hingga enam minggu.

Sementara itu, pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden mencoba untuk mencegah kekhawatiran Partai Republik yang menilai proposal bantuan pandemi senilai USD 1,9 triliun terlalu mahal.

“Apa yang benar-benar menopang pasar adalah stimulus, semua tentang itu,” kata Joe Saluzzi, co-manager perdagangan di Themis Trading di Chatham, New Jersey.

“Pasar menyukai uang, entah itu fiskal atau moneter, dan sekarang Anda memiliki keduanya. Jadi jika Anda menarik rencana stimulus, itu mungkin menjadi masalah, mereka tidak akan melakukannya,” jelasnya.

Setelah naik sebanyak 1,4 persen, Nasdaq mengembalikan sebagian besar keuntungannya, dengan pemenang Microsoft Corp, Facebook Inc dan Apple Inc, serta Netflix Inc.

Namun, dorongan yang lebih tinggi gagal mengirim S&P dan Nasdaq ke rekor penutupan, setelah Biden mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan manufaktur domestik melalui pembelian pemerintah AS.

Microsoft naik 1,58 persen, karena Wedbush menaikkan target harga pada saham pembuat perangkat lunak tersebut di tengah ekspektasi pertumbuhan lebih lanjut dalam bisnis cloudnya di 2021.

Pembuat obat Merck & Co mengatakan akan menghentikan pengembangan dua vaksin COVID-19. Sahamnya berhasil menghindari kerugian awal dan mengakhiri sesi naik 0,21 persen.

Saham Gamestop ditutup 18,12 persen lebih tinggi dalam perdagangan, meskipun video game tersebut sangat volatil yakni naik setinggi USD 159,18 dan turun serendah USD 61,13 di awal pekan.

Volume di bursa AS adalah 16,37 miliar saham, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 13,21 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment