Investor Kecewa soal Ketidakpastian Stimulus Corona, Wall Street Merosot

Ketiga saham utama Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Ketidakpastian terkait stimulus corona di AS membuat investor kecewa, sementara di sisi lain saham Tesla justru melonjak.

Mengutip Reuters, Senin (21/12), Dow Jones Industrial Average turun 124,32 poin atau 0,41 persen menjadi 30.179,05, indeks S&P 500 kehilangan 13,07 poin atau 0,35 persen menjadi 3.709,41, dan Nasdaq turun 9,11 poin atau 0,07 persen menjadi 12.755,64.

Selama pekan lalu, S&P 500 naik 1,3 persen, Dow naik 0,4 persen, dan Nasdaq naik 3,1 persen.

Saham produsen mobil listrik Tesla Inc diperkirakan menjadi perusahaan paling berharga yang pernah ditambahkan ke indeks utama Wall Street.

Saham Tesla naik menjadi 6 persen dan mencapai rekor tertinggi. Omzet saham Tesla mencapai USD 120 miliar dengan volumenya melebihi 200 juta.

“Tesla adalah semacam budaya baru. Ada orang yang menyukai produknya dan menyukai sahamnya, ”kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York, New York.

Kongres AS melewati tenggat waktu pada Jumat lalu untuk menentukan stimulus fiskal demi mengatasi krisis akibat pandemi virus corona. Adapun tagihan bantuan COVID-19 di AS saat ini senilai USD 900 miliar.

Data ekonomi AS yang lemah baru-baru ini juga menambah tekanan pada anggota parlemen untuk mencapai kesepakatan.

Meski demikian, proyeksi berlanjutnya stimulus moneter dan fiskal telah membantu saham-saham mengatasi dampak ekonomi dari pandemi. Investor juga menyiapkannya keuntungan di akhir tahunan ini, meskipun pada awal tahun indeks mengalami penurunan tajam.

FedEx Corp turun 5,7 persen setelah tidak memberikan perkiraan pendapatan untuk 2021, bahkan ketika laba kuartalannya naik hampir dua kali lipat.

Volume di bursa saham Amerika adalah 15,8 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 11,6 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment