Wall Street Merosot setelah Antivirus Corona Gagal Uji Klinis

XM broker promo Hadiah

Indeks utama Wall Street kembali berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4). Bursa saham AS itu tergelincir setelah antivirus corona gagal diuji klinis.

Meski demikian, indeks Dow Jones masih mencatatkan kenaikan tipis. Sementara dua indeks utama lainnya merosot.

Dilansir Reuters, Jumat (25/4), Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,17 persen menjadi berakhir pada 23.515,26, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,05 persen menjadi berakhir pada 2.797,8, dan indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,01 persen menjadi 8.494,75.

Ketiga indeks saham utama AS jatuh kembali dari kenaikan lebih dari 1 persen, setelah Financial Times melaporkan uji coba China menunjukkan bahwa remdesivir Gilead Science tidak memperbaiki kondisi pasien atau mengurangi keberadaan patogen dalam aliran darah. Namun Gilead mengatakan hasil dari penelitiannya menjadi tidak konklusif karena dihentikan lebih awal.

Jumat pekan lalu, Wall Street menguat karena adanya laporan pasien COVID-19 merespons positif terhadap remdesivir.

“Harapan datang dari Gilead, yang dapat menghilangkan rasa takut akan kematian. Hal ini pun direspons investor adanya pemulihan ekonomi yang jauh lebih cepat. Namun jika kemungkinannya lebih kecil, sangat masuk akal bagi pasar untuk menjual saham, ” kata David Katz, kepala investasi di Matrix Asset Advisors.

Padahal di beberapa sesi, indeks menguat setelah klaim pengangguran mingguan AS direvisi turun menjadi 4,43 juta, dari sebelumnya 5,24 juta. Namun, total jumlahnya masih tinggi, yakni 26 juta klaim, tercatat yang tertinggi dalam lima minggu terakhir.

Sementara itu, Kongres AS sedang mempersiapkan untuk menyetujui paket stimulus senilai USD 500 miliar untuk membantu UMKM dan rumah sakit.

Harga minyak yang mulai merangkak naik juga membuat sektor energi S&P 500 naik 3 persen.

Baca Juga:   Wall Street Anjlok setelah Harga Minyak Dunia Sampai Minus

Las Vegas Sands Corp melonjak 12 persen, setelah operator kasino itu memperkirakan pemulihan yang lebih cepat di Asia karena permintaan perjudian yang naik.

Saham Intel turun lebih dari 5 persen, setelah pembuat chip itu memperkirakan laba kuartal I yang meleset dari proyeksi analis.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,7 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 12,7 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment