Wall Street Jeblok Setelah Joe Biden Berencana Naikkan Pajak

Pada perdagangan Kamis (22/4/2021), indeks utama Wall Street ditutup melemah karena Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana untuk melipatgandakan pajak capital gain.

Dikutip dari Reuters, Jumat (23/4/2021), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,94 persen menjadi 33.815,9, S&P 500 (.SPX) turun 0,92 persen pada 4.134,98, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,94 persen menjadi 13.818,41.

Tiga indeks utama di Wall Street juga jatuh karena laporan bahwa Biden berencana menaikkan pajak penghasilan pada orang kaya. Biden mengusulkan untuk menaikkan tarif pajak pendapatan marjinal menjadi 39,6 persen dari sebelumnya 37 persen. Serta hampir menggandakan pajak capital gain menjadi 39,6 persen untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari USD 1 juta.

Pasar lesu setelah Dow (.DJI) dan S&P 500 (.SPX) baru-baru ini mencapai puncak. Investor saat ini juga masih bersikap wait and see menunggu laporan keuangan dari emiten raksasa Microsoft Corp (MSFT.O), induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O).

Dalam perdagangan kemarin, sektor perawatan kesehatan S&P 500 (.SPXHC) mencapai rekor tertinggi baru sementara sektor industrials (.SPLRCI) mendulang kenaikan paling tinggi.

Di sisi lain, American Airlines Group Inc (AAL.O) dan Southwest Airlines Co (LUV.N) melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan. Hal ini menandakan kebangkitan permintaan perjalanan. Meski demikian pada perdagangan kemarin kedua saham ditutup melemah masing-masing 4,5 persen dan 1,6 persen.

Investor menyambut baik data penurunan klaim baru untuk tunjangan pengangguran. Pada minggu lalu, jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam satu tahun. Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa fenomena PHK mulai mereda.

Peluncuran vaksinasi AS yang cepat telah meningkatkan prospek ekonomi karena orang-orang merencanakan liburan musim panas dan belanja rekreasi, tetapi lonjakan kasus COVID-19 di India dan tempat lain di Asia telah membuat investor cemas.

Emiten pembuat chip Intel Corp (INTC.O) memperkirakan pendapatan kuartal kedua di atas target Wall Street. Sementara AT&T Inc (T.N) mengalahkan prediksi Wall Street karena pembukaan kembali ekonomi AS menyusul pembatasan terkait pandemi mendorong penjualan ponsel pintar dan bisnis media. Saham AT&T naik 4,2 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,35 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,32 miliar saham.

 

Leave a Comment