Wall Street Ditutup Menguat, Didorong Persetujuan FDA terhadap Vaksin Pfizer

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Selasa (24/8/2021), Wall Street berakhir menguat. Persetujuan FDA terhadap vaksin Pfizer mendorong penguatan tersebut. Tiga indeks utama Wall Street naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor.

Dikutip dari Reuters, Rabu (25/8), Dow Jones Industrial Average naik 30,55 poin, atau 0,09 persen menjadi 35.366,26, S&P 500 naik 6,7 poin, atau 0,15 persen menjadi 4.486,23 dan Nasdaq Composite menambahkan 77,15 poin, atau 0,52 persen menjadi 15.019,80.

Persetujuan penuh Food and Drug Administration (FDA) terhadap vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 pada hari Senin memicu optimisme atas pemulihan ekonomi yang meluas dan juga berdampak positif pada perdagangan saham di hari Selasa.

Sektor perjalanan dan rekreasi, yang terkait dengan dibukanya kembali ekonomi, juga tercatat naik. Indeks S&P 1500 Airline dan Hotel/Restaurant/Leisure masing-masing naik 3,7 persen dan 1,6 persen.

Indikator ekonomi beberapa waktu belakangan ini menunjukkan pemulihan ekonomi di AS. Beberapa sentimen positif ini sepertinya juga akan menahan The Fed untuk memperketat kebijakan moneternya.

Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell akan bertemu dengan para pemimpin bank dunia lainnya dalam Simposium Jackson Hole yang akan diadakan akhir pekan ini. Powell disinyalir akan berbicara mengenai pengurangan pembelian aset oleh Fed dan kenaikan suku bunga acuan.

Dalam perdagangan kali ini, saham Best Buy Co Inc melonjak 8,3 persen setelah ritel elektronik itu mengalahkan ekspektasi pendapatan analis dan menaikkan perkiraan penjualan setahun penuh.

Saham platform e-commerce Pinduoduo Inc yang terdaftar di AS melonjak 22,2 persen setelah melaporkan laba kuartalan pertamanya. Saham JD.com juga naik 14,4 persen.

Saham perusahaan China lainnya yang terdaftar di bursa AS juga bangkit kembali, seperti saham ETF Invesco Golden Dragon yang melonjak 8,0 persen. Selain itu saham perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks Inc juga naik 18,6 persen.

Baca Juga:   Wall Street Melesat Setelah China akan Pangkas Suku Bunga

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,97 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,08 miliar saham.

DIPREDIKSI MASIH TERTEKAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/8). Pada Selasa kemarin, IHSG berakhir di zona merah, ditutup turun 20,331 poin atau 0,33 persen ke 6.089,497.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memperkirakan IHSG hari ini range-nya berada di 5.872 sampai 6.123. Menurut dia, pergerakan IHSG masih berkutat dalam rentang konsolidasi wajar. Fluktuatif harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG,

“Selain daripada itu kondisi perlambatan perekonomian masih akan terus memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan,” kata William berdasarkan risetnya, Kamis (25/8).

Adapun Wiliam merekomendasikan beberapa saham seperti GGRM, BBCA, UNVR, TLKM, ASII, LSIP, ASRI, dan AKRA.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi merasa masih ada peluang IHSG berbalik menguat. Lanjar menjelaskan pergerakan IHSG secara teknikal pulled back tepat di level resistance moving average 20 hari. Namun mampu tertahan di atas level support moving average 50 hari.

“Indikasi pergerakan yang cukup berat terlihat pasca koreksi yang terjadi pada hari Selasa. Indikator stochastic dan RSI masih memberikan signal bullish momentum dan Indikator MACD yang bergerak positif. Sehingga secara teknikal peluang IHSG berbalik menguat masih terbuka dengan support resistance 6.069-6.154,” ujar Lanjar.

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal menurut Lanjar di antaranya adalah ANTM, INCO, INDF, JPFA, LPKR, MIKA, dan WSKT.

Baca Juga:   Diselimuti Kekhawatiran Perang Dagang AS-China, Wall Street Bervariasi

 

 

Leave a Comment