Wall Street Ditutup Melemah, Imbas Pengangguran di Amerika Serikat Melonjak

XM broker promo Hadiah

Indeks utama Wall Street, S&P 500, ditutup melemah pada perdagangan Kamis (15/10) karena kenaikan jumlah pengangguran mingguan di Amerika Serikat. Kondisi ini menambah kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi yang tertunda, ditambah meredupnya harapan soal tambahan stimulus fiskal sebelum pemilu.

Dikutip dari Reuters, Jumat (16/10), Dow Jones Industrial Average turun 0,07 persen menjadi berakhir pada 28.494,2 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,15 persen menjadi 3.483,34. Nasdaq Composite turun 0,47 persen menjadi 11.713,87.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi dalam dua bulan. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pandemi COVID-19 telah membuat kerusakan permanen pada pasar tenaga kerja.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur di Negara Bagian New York juga turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Oktober.

“Menuju kejatuhan, akan sulit bagi pengangguran untuk membuat kemajuan positif karena kurangnya stimulus,” kata Christopher C. Grisanti, kepala strategi ekuitas, MAI Capital Management di Cleveland.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bersedia meningkatkan besaran stimulus corona menjadi USD 1,8 triliun dengan Demokrat di Kongres, tetapi gagasan itu ditolak oleh rekannya dari Partai Republik, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell.

Indeks volatilitas CBOE, pengukur ketakutan investor, mencapai level tertinggi dalam satu minggu terakhir dan indeks Wall Street merosot untuk tiga hari berturut-turut. S&P 500 turun sekitar 3 persen dari penutupan tertinggi pada 2 September.

“Yang lebih menggerakkan pasar adalah siapa yang akan memenangkan kursi kepresidenan, dan seberapa dekat persaingan Senat,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Global Investments di Atlanta.

Kepemimpinan Biden, ditambah dengan Senat Demokrat, kemungkinan akan menaikkan besaran stimulus fiskal dibanding dengan nilai yang akan disetujui Senat Republik. Namun, di mata investor Biden juga terlihat akan menaikkan pajak.

Baca Juga:   Wall Street Melemah karena Investor Tunggu Simposium Jackson Hole

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,1 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,6 miliar saham.

 

Leave a Comment