Wall Street Ditutup Bervariasi, Sektor Teknologi Merosot

Indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (10/8). Dikutip dari Reuters, Dow melonjak 1 persen, S&P 500 naik tipis dan Nasdaq ditutup lebih rendah.

Kondisi ini terjadi karena investor melakukan perubahan portofolio dengan melepas saham teknologi dan masuk ke saham lain.

Dow Jones Industrial Average. DJI naik 357,96 poin, atau 1,3 persen menjadi 27.791,44. Sementara S&P 500 .SPX naik 9,19 poin, atau 0,27 persen menjadi 3.360,47 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 42,63 poin, atau 0,39 persen menjadi 10.968,36.

Nasdaq, yang sempat mencapai rekor tertinggi pekan lalu, terseret oleh Microsoft Corp (MSFT.O), Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Facebook Inc (FB.O). Indeks nilai Russell 1000 naik 0,9 persen pada hari Senin, sedangkan indeks pertumbuhan Russell 1000 turun 0,5 persen.

“Salah satu alasan S&P 500 bertahan adalah kami mulai melihat rotasi lain,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

“Rotasi itu cenderung menahan S&P karena sangat didominasi oleh teknologi besar,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, penantian vaksin virus corona yang cukup potensial, dukungan fiskal dan moneter yang terus digelontorkan, dan musim pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan telah membawa S&P 500 mendekati rekor penutupan tertinggi Februari.

Terbaru, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif soal pemberian tunjangan kepada pengangguran di Amerika. Keputusan ini diteken setelah pembicaraan antara Gedung Putih dan Demokrat di Kongres sempat macet minggu lalu.

Sektor energi dan industri, di antara yang berkinerja terburuk tahun ini, menguat, sementara layanan teknologi dan komunikasi justru anjlok.

Saham Eastman Kodak Co (KODK.N) merosot 27,9 persen setelah perjanjian pinjaman USD 765 juta dengan pemerintah AS untuk memproduksi bahan-bahan farmasi ditunda. Selain itu, Microsoft Corp (MSFT.O) juga turun 2 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,76 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,30 miliar saham.

 

Leave a Comment