Wall Street Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

Indeks utama Wall Street mencatatkan rekor tertingginya pada penutupan perdagangan Rabu (12/2). Kekhawatiran investor terhadap virus corona dinilai mereda.

Dilansir Reuters, Kamis (13/2), Dow Jones Industrial Average naik 274,46 poin atau 0,94 persen menjadi 29.550,8, indeks S&P 500 naik 21,63 poin atau 0,64 persen menjadi 3.379,38, dan Nasdaq Composite menambahkan 87,02 poin atau 0,9 persen menjadi 9.725,96.

Dow kembali mencapai rekor penutupan terbaru sejak 6 Februari 2020. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi selama tiga sesi berturut-turut.

Sektor energi, teknologi, dan konsumsi mencatatkan persentase kenaikan terbesar.

China melaporkan jumlah kasus virus corona mulai menunjukkan tren perlambatan dalam dua minggu terakhir ini. Kemarin, penasihat medis senior Beijing mengatakan bahwa epidemi corona bisa berakhir pada April mendatang.

“Jelas, pasar merasa lega bahwa kasus virus corona berkurang,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Virus corona telah membuat pasar keuangan global anjlok dalam beberapa pekan lalu, sejalan dengan rantai pasokan yang terganggu dan tutupnya sejumlah pabrik di China.

Pelaku pasar mengindahkan pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yakni ekonomi akan tetap kuat. Bank Sentral AS juga akak mencermati berbagai macam risiko pertumbuhan ekonomi, termasuk virus corona.

“Powell mampu meyakinkan pasar bahwa The Fed ada di sana, bersedia dan siap, jika perlu, untuk mendorong ekonomi,” kata Cardillo.

Sentimen positif lainnya berasal dari laporan kinerja emiten selama kuartal IV 2019. Sekitar 70,9 persen dari 351 perusahaan melaporkan laba yang lebih tinggi dari perkiraan analis.

Saham Micron Technology Inc (MU.O) naik 3,5 persen, setelah perusahaan jasa keuangan, UBS, meningkatkan rekomendasi saham pembuat chip itu menjadi ‘beli.’

Baca Juga:   Tips Untung Dalam Saham Dengan Modal 100 Ribu Rupiah

Philadelphia SE Semiconductor juga naik 1,4 persen.

Lyft Inc (LYFT.O) kehilangan 10,2 persen, setelah analis memperkirakan pendapatan jsa transportasi itu lebih lambat di 2020.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 7,40 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 7,66 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment