Wall Street Bervariasi, Kasus Baru Corona Bayangi Investor

Indeks utama Wall Street berakhir variasi pada perdagangan Kamis (18/6). Investor dibayangi kasus baru infeksi virus corona.

Sementara itu, adanya kemungkinan penutupan kegiatan atau shutdown serta data yang memproyeksikan pemulihan ekonomi AS mungkin tak akan berbentuk V, juga menambah kekhawatiran investor.

Dilansir Reuters, Jumat (19/6), Dow Jones Industrial Average turun 39,51 poin atau 0,15 persen menjadi 26.080,1, indeks S&P 500 naik 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.115,34, dan Nasdaq Composite menambahkan 32,52 poin atau 0,33 persen menjadi 9.943,05.

Ketiga indeks saham terombang-ambing hampir sepanjang hari. Namun S&P mengakhiri sesi di zona positif bersama dengan Nasdaq yang didominasi teknologi. Sementara saham saham blue-chip Dow melemah.

“Pasar mencari dorongan yang lebih besar. Ada banyak kemungkinan di pasar bagi investor untuk menimbang, menyaring, dan memperhitungkan untuk mencari tahu arah selanjutnya,” kata Chuck Carlson, chief executive officer di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

Di beberapa negara bagian AS dilaporkan adanya lonjakan kasus COVID-19 setelah aktivitas ekonomi kembali dibuka. Namun Presiden Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak akan memberlakukan pembatasan lagi untuk menahan penyebaran pandemi.

“Investor dalam mode wait and see,” kata Charlie Ripley, ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis.

“Konsensusnya adalah kita berada di jalan menuju pemulihan, tetapi mungkin ada tantangan di sepanjang jalan dan peningkatan jumlah virus ini bisa menjadi salah satu dari tantangan itu,” tambah Ripley.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan klaim pengangguran di awal minggu lalu turun menjadi 1,51 juta, lebih buruk dari proyeksi. Selain itu, klaim pengangguran juga diproyeksi akan tetap tinggi hingga 20,54 juta klaim menandakan pemulihan ekonomi akan lebih lama.

Saham Spotify Technology SA melonjak 12,7 persen, setelah perusahaan streaming musik ini menandatangani kesepakatan dengan AT&T Inc Warner Brothers dan DC Entertainment untuk menambahkan podcast karakter DC Comics yang populer.

Operator pelayaran Carnival Corp turun 1,4 persen setelah melaporkan kerugian kuartalan USD 4,4 miliar akibat pandemi COVID-19.

Biogen Inc turun 7,5 persen, setelah pengadilan distrik AS memutuskan mendukung pembuat obat generik Mylan NV dalam sengketa hak paten. Mylan NV naik 2,3 persen.

Penyedia layanan industri Team Inc anjlok 16,9 persen, setelah perusahaan memproyeksi pendapatan kuartalan akan menurun sejalan dengan rendahnya permintaan.

Volume perdagangan di Wall Street adalah 10,16 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 12,90 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment