Wall Street Bervariasi, Imbas Investor Lepas Saham Teknologi

Ketiga indeks Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu. Nasdaq tergelincir sejalan dengan keuntungan di sektor teknologi yang juga menurun.

Dilansir Reuters, Senin (14/9), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 131,06 poin atau 0,48 persen menjadi 27.665,64, indeks S&P 500 naik 1,78 poin atau 0,05 persen menjadi 3.340,97. Sementara Nasdaq turun 66,05 poin atau 0,6 persen menjadi 10.853,55.

Selama pekan lalu, Dow turun 1,66 persen, S&P kehilangan 2,51 persen, dan Nasdaq turun 4,06 persen.

Setelah mencapai rekor tertinggi dengan nilai USD 61,86, saham Oracle Corp (ORCL.N) melemah bersama dengan sektor teknologi lainnya yang ditutup turun 0,75 persen.

Sektor teknologi membukukan penurunan untuk kelima kalinya selama pekan lalu, tercatat sebagai penurunan terbesar sejak Maret. Ini juga dipicu oleh banyak investor yang melepas saham Apple Inc, sehingga saham produsen iPhone ini turun 1,31 persen di akhir pekan.

Amazon.com Inc turun 0,26 persen dan Amazon turun 1,86 persen.

Di sisi lain, saham industri dan keuangan masing-masing naik 1,39 persen dan 0,76 persen di akhir pekan lalu.

Peritel Home Depot Inc naik 1,33 persen dan Caterpillar Inc naik 2,65%.

Produsen sepeda olahraga Peloton Interactive Inc naik 4,23 persen. Bahkan perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan lebih tinggi dari perkiraan karena tingginya permintaan selama pandemi.

Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen AS mencatatkan inflasi 0,4 persen (mtm) dan 1,3 persen (yoy) di Agustus 2020. Andil pertumbuhan mobil dan truk bekas mencapai 5,4 persen (mtm) terhadap inflasi AS. Sementara bensin naik 2 persen, meskipun lebih rendah dari kenaikan di Juli sebesar 5,6 persen (mtm).

Meski demikian, pasar tenaga kerja yang dinilai masih belum pulih karena adanya resesi di AS.

Baca Juga:   Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 8,91 miliar saham pada penutupan akhir pekan lalu, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 9,32 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

 

Leave a Comment