Wall Street Anjlok karena Investor Kecewa soal The Fed

Indeks utama Amerika Serikat (AS), Wall Street, anjlok pada penutupan perdagangan pekan lalu. Pasar sedikit kecewa dengan adanya laporan bahwa Federal Reserve (The Fed) yang hanya bisa menurunkan bunga acuan hingga 25 basis poin (bps) di akhir bulan ini.

Dilansir Reuters, Senin (22/7), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 68,77 poin, atau 0,25 persen menjadi 27.154,2, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 18,5 poin atau 0,62 persen menjadi 2.976,61, dan Nasdaq Composite (IXIC) anjlok 60,75 poin atau 0,74 persen menjadi 8.146,49.

Selama sepekan, Dow Jones kehilangan 0,64 persen, indeks S&P turun 1,23 persen, dan Nasdaq turun 1,19 persen.

Indeks S&P 500 harus rela menghapus kenaikan rekor tertingginya pasca-Wall Street Journal melaporkan rencana The Fed.

Menurut laporan tersebut, bank sentral AS tidak siap untuk melakukan pemotongan bunga acuan hingga 50 bps dan kemungkinan menurunkan suku bunga lebih lanjut di tahun depan, mengingat kekhawatiran penurunan ekonomi global dan ketidakpastian tentang perdagangan terus meningkat.

Sebelumnya reli di bursa saham AS mencapai kenaikan tertinggi karena pernyataan Presiden Fed New York John Williams dapat meningkatkan harapan penurunan suku bunga yang lebih besar. Namun seorang perwakilan Fed New York mengatakan, komentar Williams bukan terkait kebijakan Fed mendatang.

Peluang pemotongan suku bunga 50 bps pada pertemuan akhir Juli ini melonjak menjadi 71 persen setelah pidato Williams, namun turun menjadi 22,5 persen pada hari Jumat, menurut Fedwatch CME Group.

Saham Boeing Co (BA.N) naik 4,5 persen, meskipun pembuat kebijakan menyatakan Boeing dikenakan biaya USD 4,9 miliar atas gangguan 737 MAX.

Saham Kansas City Southern (KSU.N) naik 4,6 persen setelah operator kereta api membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Sahamnya membantu indeks Dow Jones Transport (DJT) naik 0,6 persen

Baca Juga:   5 Hal Yang Harus Diketahui Saat Memilih Pialang Saham

Sementara saham American Express Co (AXP.N) tergelincir 2,8 persen setelah penerbit kartu kredit itu mengingatkan adanya biaya operasi yang lebih tinggi tahun ini demi program hadiah dan menarik pelanggan.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,25 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,59 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar