Wall Street Anjlok, Dampak Kasus Corona di AS Lampaui 4 Juta Orang

Ketiga indeks utama Wall Street anjlok di akhir pekan lalu. Laporan pendapatan emiten yang menurun, melonjaknya kasus virus corona, hingga ketidakpastian geopolitik membuat investor khawatir akan perlambatan ekonomi yang lebih dalam di tahun ini.

Dari laporan Reuters, Senin (27/7), Dow Jones Industrial Average turun 182,44 poin atau 0,68 persen menjadi 26.469,89, indeks S&P 500 kehilangan 20,03 poin atau 0,62 persen menjadi 3.215,63, dan Nasdaq Composite turun 98,24 poin atau 0,94 persen menjadi 10.363,18.

Selama dua hari berturut-turut sektor teknologi membebani ketiga indeks utama AS. Saham Intel Corp (INTC.O) merupakan saham yang mengalami penurunan terbesar, anjlok 16,2 persen setelah produsen chip itu melaporkan keterlambatan produksi chip 7 nonometer.

“Ada kegelisahan menjelang akhir pekan, setelah penjualan dan pertumbuhan di sektor teknologi yang melambat,” kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

“Ini merupakan perjalanan yang sulit dipercaya bagi Nasdaq dan sektor teknologi selama dua minggu terakhir,” tambah Detrick.

Saham Apple (AAPL.O), Alphabet Inc (GOOGL.O), dan Amazon.com (AMZN.O) dijadwalkan untuk merilis kinerja kuartal II pada 30 Juli, bersamaan dengan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II AS. Analis memproyeksi ekonomi AS akan turun 35 persen kuartal II.

Sementara itu, jumlah kasus terinfeksi virus corona terus bertambah. Lebih dari 1.000 orang AS meninggal akibat COVID-19 pada akhir pekan lalu. Sehingga total kasus COVID-19 di AS melebihi 4 juta orang.

Di sisi lain, AS dan China kembali berseteru. Beijing membalas balik ke Washington, yang menutup konsulat Houston China, dengan menutup konsulat AS di Kota Chengdu.

American Express Co (AXP.N) turun 1,4 persen, setelah melaporkan penurunan laba kuartalan sebesar 85 persen dan menyisihkan hampir USD 628 juta untuk menutup kemungkinan default.

Baca Juga:   Investor Tunggu Kesepakatan Dagang AS - China, Wall Street Merosot

Saingan Intel, Advanced Micro Devices Inc (AMD.O), melonjak 16,5 persen.

Upaya pemotongan biaya Honeywell International Inc (HON.N) menghasilkan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, namun perusahaan belum mengetahui ke depan terkait prospek bisnis produk elektrik rumah tangga. Sahamnya turun 2,8 persen.

Tesla Inc (TSLA.O) memperpanjang kerugian Kamis, jatuh 6,3 persen.

Verizon Communications Inc (VZ.N) mengalahkan estimasi laba dan pendapatan analis, perusahaan telekomunikasi ini memperkirakan permintaan akan terus meningkat ke depannya. Saham Verizon naik 1,8 persen.

Volume perdagangan di Wall Street sebesar 9,57 miliar saham, masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,04 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment