Usai Bos The Fed Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga, Wall Street Melesat

BURSA saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, melesat karena pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang meyakinkan investor mengenai potensi penurunan suku bunga akhir bulan ini.

Indeks S&P 500 bahkan sempat menyentuh 3.000 poin untuk pertama kalinya. Dow dan Nasdaq juga ditutup pada level tertinggi sepanjang masa usai kesaksian Powell di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS.

Dilansir Reuters, Kamis (11/7), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 76,71 poin atau 0,29 persen menjadi 26.860,2, indeks S&P 500 naik 13,44 poin atau 0,45 persen menjadi 2.993,07 dan Nasdaq Composite (IXIC) menambahkan 60,80 poin atau 0,75 persen menjadi 8.202,53.

Powell mengatakan bank sentral siap untuk ‘bertindak sesuai’ demi mendukung pertumbuhan ekonomi AS.

“Pernyataan itu yang ingin didengar pasar. Banyak orang berpikir laporan pekerjaan – satu titik data – akan tiba-tiba mengubah cara berpikir The Fed. Tetapi The Fed cenderung beroperasi berdasarkan tren, bukan pada titik data,” kata kepala strategi pasar di TD Ameritrade di Chicago, J.J. Kinahan,.

Usai pernyataan Powell dan rilis risalah The Fed, penurunan suku bunga berpeluang lebih agresif di akhir bulan ini. Ekspektasi penurunan Fed Fund Rate (FFR) hingga 50 basis poin meningkat menjadi 26,6 persen.

Indeks S&P 500 sempat menembus 3.000 poin setelah pembukaan, namun harus berakhir sedikit di bawah level itu di 2.993,07 poin. Beberapa investor mengatakan tonggak sejarah dapat meningkatkan kepercayaan di pasar yang telah mencapai rekor tertinggi tahun ini. Amazon.com, Microsoft Corp dan Apple Inc adalah di antara penguat terbesar untuk indeks.

Dalam kesaksiannya, Powell menyampaikan tantangan global yang dapat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, di tengah ketidakpastian tentang dampak dari sengketa perdagangan administrasi Trump dengan China, dan ekonomi lainnya.

Baca Juga:   Minat Beli Saham Sawit? Perhatikan Faktor-faktor Berikut Ini

Saham-saham langsung mencatatkan keuntungan menyusul risalah pertemuan terakhir para pembuat kebijakan The Fed yang menunjukkan banyak pejabat bank sentral AS itu akan memperbanyak stimulus jika risiko terhadap ekonomi tidak mereda.

Indeks S&P 500 dari saham keuangan termasuk bank, yang lebih menguntungkan jika suku bunga lebih tinggi, harus turun 0,5 persen setelah komentar Powell tersebut.

Investor mengatakan, sebagian besar keuntungan saham tahun ini berasal dari perubahan pandangan The Fed menjadi lebih lunak atau dovish pada kebijakan suku bunga.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,38 miliar saham, masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,72 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar