Tips Terhindar Dari Broker Forex Scam

Trading forex saat ini telah banyak berkembang di Indonesia. Berbagai kalangan masyarakat sudah mulai mencoba melakukan peruntungannya dengan menjadi seorang trader. Trading forex merupakan salah satu bisnis yang dilakukan dengan menginvestasikan uang pada portal tertentu. Kemudian dari portal tersebut, uang yang diinvestasikan akan mengalami naik dan turun sesuai dengan pergerakan pasar trading pada saat itu.

Banyak Broker Forex Tidak Terpercaya di Pasaran

Tips Terhindar Dari Broker Forex Scam

Bertambah tingginya minat masyarakat untuk melakukan bisnis trading forex ini membuat banyak broker forex muncul untuk memberikan layanan. Jumlah peminat yang kemudian menjadi klien di salah satu broker juga semakin meningkat walaupun broker-broker baru terus bertambah. Untuk itu, masyarakat akan menjadi lebih susah dalam menentukan broker mana yang terpercaya.

Untuk masyarakat yang telah menjadi trader berpengalaman tentunya lebih mudah dalam menemukan broker forex secara online. Akan tetapi berbeda dengan peminat yang baru menjajal dunia bisnis trading ini. Halaman-halaman pada hasil pencarian yang pertama akan banyak memunculkan tautan yang menghubungkan mereka dengan broker tertentu. Sehingga trader pemula akan kesulitan mengetahui broker mana yang terpercaya untuk melakukan bisnis investasi dengan menggunakan sistem trading ini.

Pelaku bisnis trading forex perlu untuk menggunakan broker yang terpercaya. Sebab meskipun banyak sekali broker yang memberikan layanan untuk trading, akan tetapi tidak semuanya dapat dipercayai. Jadi apabila trader tidak menentukan secara hati-hati mengenai broker mana yang akan digunakan, akan mengakibatkan tertipunya trader tersebut. Sehingga uang yang telah diinvestasikan akan diambil oleh broker yang tidak jujur atau biasa disebut dengan broker forex scam.

Ciri-ciri Forex Scam

Banyak broker forex yang melakukan penipuan kepada para klien yang dimilikinya. Broker tersebut melakukan berbagai macam kecurangan yang dapat membuat uang investasi klien tidak bertambah dan justru terus menerus berkurang. Tindakan mereka membuat klien merugi dan tertipu karena uang yang diinvestasikan sama sekali tidak mengalami kenaikan dan justru terus berkurang.

Salah satu tindakan curang broker forex scam adalah dengan membebankan spread yang sangat tinggi kepada kliennya. Normalnya, besarnya spread dalam kondisi normal pasar trading forex diantara 2 hingga 3 pip dalam setiap kali klien akan melakukan trading. Akan tetapi untuk broker forex scam, spread yang dibebankan kepada klien di setiap melakukan trading bisa mencapai 7 hingga 8 pip posisi trading. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam satuan pip broker forex ini.

Selain itu, ciri broker forex yang melakukan scam adalah dengan adanya menerapkan sistem stop hunting. Dalam pasar trading forex, semua broker akan mengetahui posisi yang diletakkan klien untuk memasang stop trading forex. Broker forex melakukan scam atau kecurangan dengan cara menjalankan posisi stop dari klien agar posisi yang pada awalnya terbuka menjadi tertutup. Sehingga penutupan posisi trading forex bukan karena pengaruh harga pasar, akan tetapi karena dijalankan oleh broker forexnya.

Biasanya broker forex yang melakukan praktik sistem stop hunting ini tidak melakukan perdagangan pada pasar trading forex yang nyata. Akan tetapi mereka sendiri yang membentuk dan menentukan harga dari broker forex itu sendiri. Sehingga keuntungan yang akan diperoleh broker menjadi sangat banyak karena tidak menjalankan perdagangan sesuai dengan aturan pasar trading forex.

Ciri lain dari broker forex yang melakukan penipuan yaitu tidak terdaftar badan regulasi broker forex secara resmi dalam negara tempat trading dilakukan. Broker ini dapat dikatakan melakukan bisnis trading forex secara illegal dan tidak resmi. Saat ini banyak bisnis broker forex yang tidak mendaftarkan diri secara resmi ke pemerintahan negara. Sehingga akan membingungkan peminat yang akan mencoba melakukan bisnis trading broker forex ini.

Karena banyaknya broker forex yang tidak mendapatkan izin secara resmi dari negara, para trader forex perlu melakukan riset yang mendalam untuk menentukan broker forex mana yang akan digunakan. Selain itu, trader juga membutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam melakukan pemilihan mengenai portal broker tersebut. Sehingga nantinya peminat yang akan melakukan bisnis trading forex tidak akan mendapatkan penipuan dari pihak brokernya.

Cara Menghindari Forex Scam

Cara untuk menghindari broker forex scam adalah dengan melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap beberapa broker. Hal ini dilakukan oleh masyarakat yang berminat untuk mencoba bisnis investasi dengan menggunakan sistem trading forex. Pengecekan dan penelitian terhadap broker dilakukan untuk memperkecil terjadinya kerugian atau peluang penipuan. Sehingga masyarakat yang akan melakukan trading forex tidak menjadi pihak yang tertipu.

Untuk mengecek serta meneliti broker forex yang aman dan terpercaya ataupun broker forex yang melakukan scam dapat dilakukan dengan melihat apakah mereka sudah mendapatkan izin dari regulator pemerintah atau belum. Jika broker yang akan digunakan ternyata belum mendapatkan izin dari pemerintah, maka calon trader biasanya disarankan untuk mencari broker lainnya.

Pengecekan izin pemerintah dapat dilakukan dengan melihat asal dari broker yang akan digunakan. Untuk broker yang berasal dari negara Amerika Serikat, peminat dapat melakukan pengecekan dengan melalui CFTC ataupun NFA. Pengecekan tersebut dapat dilakukan dengan mengunjungi website CFTC ataupun NFA dan kemudian memasukkan ID number yang dimiliki oleh broker.

Selain itu, untuk broker forex yang telah terdaftar di negara lainnya juga dapat dilakukan pengecekan melalui website. Untuk broker yang terdapat di negara UK dapat dilakukan pengecekan melalui website FCA dan PRA. Kemudian untuk pengaduan mengenai broker forex scam dapat dilakukan dengan mengakses website www.acitonfraud.police.uk. Sehingga broker forex scam dapat ditangani oleh pihak kepolisian UK dengan tepat. Portal dari negara lainnya untuk melakukan pengecekan izin broker forex yaitu FDF dan FINMA di negara Switzerland, SFC untuk negara Hongkong, ASIC untuk Australia, dan The Danish FSA untuk Denmark.

Melakukan pengecekan langsung sebelum trading forex perlu diperhatikan oleh calon trader yang berminat dengan bisnis investasi ini. Sebab banyak broker forex yang mengaku telah teregulasi di sebuah negara tertentu. Sehingga peminat akan merasa percaya dengan broker tersebut tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Dan tentunya hal ini membuat broker justru memiliki peluang untuk melakukan penipuan lebih banyak.

Selain dengan melakukan pengecekan, untuk menghindari broker forex scam juga dapat dilakukan dengan bertanya pada forum yang membahas mengenai broker forex. Hal tersebut dapat dilakukan mengingat peminat bisnis masih awam dan perlu mendapatkan bimbingan dari trader yang sudah berpengalaman. Sehingga tidak akan terjadi penipuan yang menyebabkan peminat kehilangan modal dalam melakukan bisnis investasi ini.

Pada intinya, untuk memulai bisnis trading forex, seorang trader perlu melakukan pengecekan mengenai broker yang akan digunakan untuk menghindari terjadinya penipuan. Selain itu, pengecekan dilakukan untuk mengetahui berbagai jenis investasi trading forex. Sehingga calon trader tidak memilih jenis trading forex yang disediakan oleh broker secara serampangan.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar