Tips Menghindari Jeratan Utang Online

Hadirnya alternatif pembiayaan lain di luar bank dan lembaga konvensional lainnya tentu bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang sedang membutuhkan pinjaman dana untuk berbagai keperluan. Alternatif tersebut hadir dalam program peer to peer lending atau pinjaman online. Meskipun kedengarannya dapat menjadi angin segar Anda tetap harus memperhatikan dengan detail model pinjaman dana ini agar tidak perlu menelan pil pahit karena merasa dirugikan. Simak plus minus pinjaman online (pinjol) ini untuk menambah wawasan Anda.

Sekilas Tentang Pinjaman Online

Tips Menghindari Jeratan Utang Online

Mengapa pinjol banyak diminati alasannya adalah pencairan dananya memerlukan waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 7 hari saja dan umumnya tanpa persyaratan yang ribet. Namun sebagaimana yang belakangan ini cukup santer terdengar, yaitu tentang orang-orang yang mengeluhkan resiko pinjol ini, artinya ada sisi negatif yang juga harus Anda perhitungkan. Salah satunya tentang system penagihan pinjaman yang lebih sering melanggar privacy kalau tidak bisa dibilang meneror dan tentunya hal ini tidak sesuai dengan standar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ketahui sekilas tentang pinjaman online ini sebagai langkah antisipasi bagi Anda agar tidak sampai menjadi korban.

  • Efek psikologis yang ditimbulkan karena jumlah pinjaman yang kecil

Meminjam uang pada pinjol dapat dilakukan mulai dari nominal yang kecil hingga puluhan juta. Umumnya platform pinjol menetapkan batas pinjaman antara 1 juta hingga 1.5 juta  sehingga orang cenderung meremehkan jumlah tersebut dan meminjam dana lagi pada platform pinjol lainnya. Lama-lama hutang bisa bertumpuk tanpa Anda sadari.

  • Bunga besar dalam waktu yang singkat

Harus dipahami bahwa pinjol bisa membebani Anda dengan bunga yang sangat besar, yaitu hingga 30% per bulan sampai 50% per bulan. Kalau sudah begitu bukan tak mungkin orang semakin tenggelam dalam hutang karena bunganya bisa lebih besar daripada dana yang dipinjam. Bandingkan dengan maksimal bunga yang dibebankan pada pemilik kartu kredit, yaitu 45% per tahun.

  • Biaya administrasi
Baca Juga:   Investasi Yang Tepat Untuk Anda Pemain Bisnis Online Dengan Blog

Tak hanya bunga, pinjol juga kerap membebani nasabahnya dengan biaya lain-lain yang sangat besar, mulai dari biaya administrasi, biaya penalty, denda keterlambatan dan sebagainya. Karena itu hitung dengan cermat berapa sesungguhnya nominal yang harus Anda bayar.

  • Debt collector

Tak sedikit nasabah yang mengeluhkan tentang tingkah laku debt collector pinjol bila yang bersangkutan mengalami gagal bayar. Mereka bisa menggunakan berbagai cara untuk membuat nasabah membayar dan ini kerap tidak menyenangkan. Konon strategi yang diterapkan para debt collector pinjol ini sering dianggap terror bagi peminjam dana.

Tips Agar Tidak Terjebak Hutang Pinjol

Agar terhindar dari jebakan pinjaman online, inilah beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

  • Platform sudah dilegalisasi oleh OJK

Agar tidak mengalami hal yang kurang mengenakkan, pastikan untuk memilih mitra perusahaan peer to peer lending Indonesia yang menyediakan pinjaman online benar-benar beroperasi secara legal. Caranya adalah dengan melakukan verifikasi apakah perusahaan fintech itu sudah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan dan Asosiasi Fintech Pembiayaan Bersama Indonesia. Anda tinggal mengakses website resmi OJK, yaitu di www.ojk.go.id atau melalui layanan pelanggan OJK di 157. Bila perusahaan incaran ternyata tidak mengantongi legalisasi resmi ini, sebaiknya Anda memang tidak berurusan dengan fintech tersebut.

  • Jumlah maksimal pinjaman adalah 40% dari penghasilan

Dalam mengajukan pinjaman sebaiknya jumlahnya tidak melebihi batas yang sanggup Anda tanggung, yaitu maksimal 40% dari total gaji. Pinjaman online seharusnya tak digunakan untuk keperluan-keperluan konsumtif, melainkan produktif misalnya untuk menambah modal bisnis. Dengan begitu profit yang  Anda peroleh dari usaha dapat digunakan untuk menutup hutang.

  • Tidak terlambat membayar cicilan

Sebelum mengajukan pinjaman online, pastikan Anda berkomitmen untuk membayar cicilannya tepat waktu karena kalau terlambat Anda bisa dikenai denda dan bunganya pun akan semakin membengkak. Bila Anda mengulur-ulur waktu melunasi pinjaman jumlahnya ditambah bunga dan denda bisa lebih besar daripada nominal pinjaman Anda. Dampak negatif berikutnya adalah anjloknya skor kredit Anda dari  segi kolektabilitas. Dengan rekam jejak demikian berikutnya Anda akan kesulitan bila ingin mengajukan pinjaman kembali.

  • Tidak disarankan gali lubang tutup lubang
Baca Juga:   Tips dan Cara Menghindari Denda dan Bunga Kartu Kredit

Jangan pernah melunasi hutang dengan cara gali lubang tutup lubang karena cara melunasi hutang dengan berhutang lagi mental kita akan terdidik untuk tidak pernah melunasi pinjaman. Bila Anda melunasi hutang dengan cara meminjam uang di tempat yang lain, Anda tidak menyelesaikan masalah tapi hanya menunda masalah. Jadi pastikan untuk bisa mendisiplinkan diri . Seandainya Anda merasa tak dapat membayar angsuran bulanan, sebaiknya memang tidak memaksakan diri mengajukan pinjaman, apalagi bila untuk kebutuhan konsumtif, misalnya ingin membeli gadget terbaru.

  • Jumlah denda dan bunga pinjaman

Sebelum menyetujui persyaratan yang diajukan untuk meminjam dana, cermati lebih dulu jumlah nominal bunga serta denda hutang bila terjadi keterlambatan bayar. Anda tentu tahu bahwa bunga pinjol lebih tinggi dibandingkan model pinjaman konvensional lainnya, ditambah lagi system denda keterlambatan yang dihitung harian. Sebaiknya melakukan survey terlebih dahulu kepada beberapa produk pinjaman online dari fintek-fintek yang terpercaya. Dengan begitu Anda bisa memutuskan produk pinjaman mana yang bunganya paling rendah dan dapat Anda tanggung.

Cara Melepaskan Diri Dari Jeratan Hutang Pinjol

Lalu bagaimana bila Anda telanjur terjebak dan saat ini sedang dalam posisi terjepit serta kesulitan melunasi hutang pinjol? Simaklah beberapa solusinya berikut ini.

  1. Jangan ragu untuk menunjukkan itikad baik dengan memberitahu perusahaan fintek bahwa Anda mempunyai keinginan melunasi hutang namun saat ini sedang dalam kondisi yang sulit. Berikutnya mintalah perpanjangan durasi tenggat atau menghentikan perhitungan bunga dengan kompensasi tertentu. Setelah permohonan tersebut dikabulkan pastikan Anda berkomitmen untuk menyelesaikan pinjaman tersebut.
  2. Langkah berikutnya adalah mempunyai cara efektif mengatur keuangan yang tepat agar bisa mengumpulkan dana untuk membayar pinjaman, misalnya mengurangi budget untuk keperluan sehari-hari, melego asset Anda, atau kalau belum memenuhi Anda bisa mempertimbangkan untuk meminjam uang kepada kerabat atau orangtua untuk menutup hutang. Kemudian Anda bisa mengangsur pinjaman kepada mereka yang tentunya tanpa beban bunga. Tapi ingat, pastikan untuk melunasi hutang tersebut agar persaudaraan atau pertemanan tidak rusak gara-gara hutang.
  3. Bila Anda mempunyai beberapa pinjaman, buatlah daftar hutang dari yang pokok kreditnya paling besar hingga yang paling kecil. Prioritaskan menyelesaikan hutang yang paling besar dulu, baru berikutnya hutang yang lebih kecil, hingga lunas sama sekali. Menunda menyelesaikan hutang yang jumlahnya besar justru akan membuat Anda semakin terjebak dalam hutang yang menggunung karena bunga.
  4. Saat sedang mengalami kesulitan keuangan gara-gara hutang, sebaiknya jangan menambah masalah dengan mengajukan pinjaman baru walaupun Anda berniat menggunakannya untuk melunasi hutang yang lama. Tentu yang dimaksud menambah pinjaman di sini adalah berhutang kembali kepada pinjol, dan bukannya kepada orang-orang yang terdekat dengan Anda.
Baca Juga:   Apa itu Investasi Savings Bond Ritel (SBR)

Nah, semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan Anda dan sebelum mengajukan pinjaman pastikan Anda mengetahui apa resikonya.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar