Tips Investasi Pakai Uang THR, Simak Rahasianya di Sini!

Siapa sih yang tidak bahagia dapat tunjangan hari raya (THR)? Pencairan THR tentu saja menjadi salah satu momen dalam satu tahun yang paling ditunggu-tunggu setiap karyawan. 

Bagaimana tidak, dengan THR kita mendapat pemasukan tambahan (di luar gaji) yang bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan. Biasanya sih untuk beli keperluan hari raya, seperti baju baru, menutup biaya mudik, atau bahkan dibagikan ke saudara. 

Sayangnya sebagai pemasukan tambahan, sering kali kita dibuat terlena saat membelanjakan uang THR ini. ‘Ah ada lebihan uang, tidak apa-apa kali dihabisin. Lagian masih ada gaji bulanan,’ kurang lebih begitu lah pemikiran sebagian orang yang menerima THR. 

Tapi pernah terpikir tidak sih, kalau uang THR sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk investasi? Artinya, uang tersebut bisa beranak-pinak menghasilkan pundi-pundi uang lagi. Jadi bukannya lenyap begitu saja untuk belanja, malah bisa menambah kekayaan kita. 

Nah, artikel ini akan mengulas lengkap mengenai serba-serbi THR, dari pengelolaan yang bijaksana sampai jenis-jenis investasi yang bisa dilakukan dalam tips investasi pakai uang THR. Simak yuk! 

tips investasi pakai uang thr

Apa Itu THR dan Bagaimana Perhitungannya?

Pemerintah telah mengatur secara rinci mengenai THR dalam Permenaker nomor 6 tahun 2016 tentang THR bagi buruh di perusahaan. Dalam beleid tersebut, dijelaskan bahwa THR adalah pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh menjelang hari raya keagamaan. 

Karena agama mayoritas di Indonesia adalah Islam, maka melekat atidakpan bahwa THR cair menjelang Lebaran. Padahal, sebagian perusahaan tetap memberikan THR kepada karyawan sesuai dengan keyakinannya, misalnya menjelang Natal, Nyepi, Waisak, atau Imlek. 

Soal perhitungan THR juga diatur dalam Permenaker ini. Secara umum, besaran THR dibagi untuk dua kelompok yaitu pekerja dengan masa 1 tahun atau lebih, dan pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun. Untuk pekerja atau buruh dengan masa kerja 1 tahun atau lebih maka besaran THR yang didapat adalah setara dengan satu bulan upah. Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang 1 tahun, maka ada formula untuk mengitung THR yang didapat: (masa kerja/12) x 1 bulan upah.

Bagaimana Memanfaatkan THR dengan Bijak?

Sebenarnya sah-sah saja kalau kita mau menghabiskan seluruh uang THR dalam sekejap. Asalkan, seluruh pos belanjanya memang masuk dalam kebutuhan, bukan sekadar keinginan. 

Prinsip penggunaan THR adalah, belanjakan untuk keperluan wajib terlebih dulu. Misalnya untuk bayar utang, bayar zakat, bayar kebutuhan mendesak untuk hari raya, atau untuk pos prioritas lainnya. THR merupakan peluang bagi kita untuk menutup pos belanja prioritas yang sebelumnya belum ter-cover oleh gaji bulanan. 

Nah, kalau hal-hal penting sudah terbayarkan, baru kita bisa memikirkan pos belanja lain. Sah saja loh, kalau kita mau menggunakan THR untuk senang-senang atau beli sesuatu yang memang kita inginkan. Tapi, lebih baik tetapkan batas atau porsi yang jelas agar uang THR ga lenyap begitu saja. Misalnya, tetapkan bahwa atidakran untuk keinginan 30 persen dari total THR. 

Sisa dari uang THR ini, ya kalau ada sisa, yang bisa dialihkan untuk investasi. Misalnya, Andi mendapat uang THR sebesar Rp 10 juta rupiah. Sejak awal, dia mengalokasikan Rp 3 juta dari THR untuk membiayai keperluan mudik (pulang-pergi naik pesawat). Kemudian Rp 3 juta lainnya, ia alokasikan untuk membeli baju baru, makanan, dan angpao untuk keponakan. Dari semua itu, tersisa Rp 4 juta. Sisa THR sebesar Rp 4 juta inilah yang bisa Andi alokasikan ke investasi. Lumayan kan? 

Jenis Investasi yang Bisa Dilakukan dengan Uang THR

Setelah memahami apa itu THR dan bagaimana membelanjakannya secara bijak, sekarang kita akan membahas tentang beberapa jenis investasi yang bisa dilakukan dengan uang THR. Beberapa bentuk investasi yang dijabarkan nanti tentu bisa dipilih sesuai dengan kemampuan dan profil risiko kita masing-masing. Karena perlu diingat, beberapa bentuk investasi memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi. Artinya, kita sebagai investor kudu cermat dalam berhitung dan harus siap juga untuk merugi. 

1. Menabung

Menabung bisa dibilang investasi loh. Karena ada bunga tabungan yang dibayarkan pihak bank kepada nasabah. Menabung juga menjadi bentuk investasi termudah yang bisa kita lakukan. Saat ada sisa uang THR, maka kita bisa menabungnya untuk keperluan di masa depan. Bunga tabungan setiap bank bervariasi, tergantung dengan sisa saldo yang kita miliki. Tapi rentang bunga tabungan biasanya dari nol sampai 0,85 persen. 

Memang sih bunga tabungan relatif keci, belum lagi ada biaya administrasi yang dipotong dari tabungan kita setiap bulan. Tapi ingat, menabung ada upaya kita agar tidak boros. Mending mana, ada uang yang kita sisihkan dari THR atau menghabiskan uang THR begitu saja?

2. Emas

Bentuk investasi lain yang bisa dicoba adalah membeli emas. Eits, kita bicara emas batangan ya bukan emas perhiasan. Nilai emas batangan lebih stabil untuk dijual kembali daripada emas perhiasan. 

Bagi pemula, investasi dalam bentuk emas sangat pantas dicoba. Apalagi nilai emas cenderung stabil menanjak. Memang ada momen-momen tertentu yang membuat harga emas melonjak tinggi dalam waktu singkat, atau anjlok dalam waktu yang tak lama. Namun tren dalam rentang waktu 10 tahun atau lebih menunjukkan bahwa harga emas cenderung selalu naik. Emas juga menyandang julukan ‘safe haven’ sebagai instrumen investasi paling aman. 

Kalau mau mencoba beli emas, kita bisa menyimpannya di safe deposit box yang disediakan bank atau perusahaan penjual emas, seperti Antam dan Pegadaian. Atau kalau merasa yakin, kita bisa menyimpannya sendiri di rumah. 

3. Reksadana

Investasi reksadana cukup mudah dilakukan bagi pemula. Keuntungan yang didapat dari reksadana juga lumayan tinggi, bergantung pada jenis reksadana dan produk yang dibeli. Investasi reksadana juga bisa disesuaikan dengan profil risiko investor, dari yang paling rendah sampai yang paling berisiko. Misalnya, Reksadana Pasar Uang (RDPU) untuk risiko rendah, Reksadana Pendapatan Tetap (RDPU) untuk risiko menengah, dan Reksadana Saham untuk risiko tinggi. 

Jenis investasi ini juga memfasilitasi para calon investasi yang ingin menjajal investasi saham namun tak ingin ribet memantau pergerakan saham. Prinsip reksadana, kita menitipkan sejumlah modal kepada manajer investasi. Manajer investasi inilah yang akan mengelola modal kita untuk diinvestasikan sesuai dengan pilihan risiko yang diambil. 

4. Saham

Investasi jenis ini sedang banyak digandrungi saat ini, terlebih sejak harga saham sempat anjlok akibat pandemi Covid-19. Investasi saham berprinsip high risk high return. Kalau mau untung besar ya harus ambil risiko yang besar pula. 

Kita bisa banget memanfaatkan sisa uang THR untuk beli saham. Tak sedikit loh, harga sama perusahaan yang melantai di bursa masih di bawah Rp 2.000 per lembar saham. Untuk beli saham, biasanya dilakukan dalam satuan lot alias 100 lembar saham. 

Itu tadi tips investasi pakai uang THR. Sebenarnya kembali ke kebutuhan dan prioritas kita masing-masing. Toh THR adalah pemasukan tambahan di luar gaji bulanan. Namun tentu, lebih bijak apabila THR bisa disisihkan untuk investasi yang berpotensi memberi untung kan? Jadi pilih jenis investasi yang mana?

Tagged With :

Leave a Comment